Yusuf Kohar ; Wakil Walikota Bandar Lampung Dilaporkan Kebawaslu

Bandar Lampung, wartapembaruan.com - Sejumlah perwakilan Perhimpunan Advocat Pro Demokrasi Lampung mendatangi kantor Bawaslu bandar Lampung, Selasa (04/08), melaporkan Yusuf Kohar, Wakil Walikota bandar Lampung yang juga bakal calon walikota bandar lampung.

Pimpinan perwakilan organisasi tersebut yakni Muhammad Junaidi, Hengky Irawan dan Agus Tomi, melaporkan Kebawaslu terkait video viral yang tersebar dimasyarakat beberapa hari yang lalu.

Junaidi kepada media, mengatakan
Pihaknya melaporkan Yusuf Kohar karena menginginkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) berjalan jujur dan bersih.

Dan kemudian Kami ingin mengetahui sejauh mana Bawaslu Kota Bandar Lampung mengimplementasikan Surat Edaran dari Bawaslu RI Dengan Nomor surat : 0266/K.BAWASLU/PM.00.00/04/2020 tentang Pencegahan Tindakan Pelanggaran, termasuk terkait dengan pelaksanaan pemberian bantuan Covid-19 untuk menghindari politisasi, Dan juga diperkuat Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 045.2/1431/01/2020 tentang Larangan Bantuan Sosial Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kata Junaidi

Di tengah Pandemi Covid 19 saat ini jangan dijadikan ajang untuk politisasi. Apalagi dalam video yang beredar itu ada kalimat, bapak Yusuf Kohar sebagai wakil walikota dengan seragam lengkap, dan dia mengakui sedang sosialisasi (Pilkada),” .

“kami ingin Pilkada ini jujur dan bersih. Karena itu kita laporkan pak Yusuf Kohar atas dugaan pelanggaran pasal 71 UU 10 Tahun 2016 dan pasal 76 UU 9 Tahun 2015. Kita tidak mau Bandar Lampung ini rusak karena sembako atau money politik.Urai junaidi

“Ini bentuk kasih sayang kita terhadap pak Yusuf Kohar, kita ingatkan, agar jangan ada politisasi bansos dalam Pilkada. Kita dukung pencalonannya maka kita ingin ketegasan Bawaslu agar hal seperti ini (indikasi politisasi bansos di Pilkada) tidak terulang kembali, tidak hanya untuk pak Yusuf Kohar, semua calon nantinya harus menjaga Pilkada yang bersih,” tutup Junaidi kepada media . (red)

Baca Juga