oleh

Wali Nanggroe Akan Kawal Video Amoral Diduga Bupati Simeulue Sampai Ke Presiden

-Daerah, News-267 views

Simeuleu, Wartapembaruan.com – Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan Gerakan Masyarakat Anti Pejabat Amoral (Gempar) melakukan silaturrahmi dengan Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malik Mahmud Al Haythar dalam rangka pembahasan kasus amoral (mesum) Bupati Simeulue, Erli Hasim, di Istana Wali, Kamis (7/11/2019) pagi.

Dalam pertemuan tersebut, hadir dari perwakilan GMBI antara lain, Ketua Wilyah Teritorial (Wilter) Aceh, Zulfikar ZA, Penasehat, Zainal Abidin dan Bendahara GMBI, Fitriani serta Ketua GMBI Distrik Simeulue, Sarwadi. Sementara, Perwakilan Gempar dihadiri langsung, Dafran Ucok, Adi Usman, Basri Aji dan Fansu Hendri.

Ketua GMBI Wilter Aceh, dalam pertemuan itu menyampaikan kepada paduka yang mulia Wali Nanggroe, bahwa perbuatan amoral Bupati Simeulue dalam video mesumnya berdurasi 1 menit 38 detik, hingga sekarang belum ada eksekusi hukum cambuk terhadap dia dari Mahkamah Syar’iyah, padahal warga Simeulue telah melaporkan hal ini kepada Dinas Satpol PP dan Wilayahtul Hisbah (WH).

“Paduka yang mulia, GMBI telah melakukan demo di kantor Gubernur Aceh, di Dinas Pol PP dan WH agar Bupati Simeulue, pelaku mesum harus dicambuk seperti pelaku mesum lainnya, namun hingga sekarang belum dieksekusi, makanya kami kesia yang mulia untuk menyampaikan hal ini kepada paduka Wali untuk ikut menyelesaikan masalah ini. Satu saja kami minta yang Mulia, Bupati Simeulue harus dicambuk,” harap Zulfikar ZA kepada Wali Nanggroe.

Baca Juga:  Supriadi Tewas Di Proyek Box Culvert, Suhadi : Saya Minta Polres Inhu Periksa Bos CV Alif Sania

Senada dengan itu, Ust Zainal Abidin sebagai penasehat GMBI Aceh juga mengatakan kepada Wali Nanggroe, bahwa salah satu cita-cita perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yaitu menegakkan Syari’at Islam di Aceh, Hukum Syari’at Islam yang berlaku bagi seluruh rakyat Aceh tanpa kecuali.

“Paduka Tengku Wali, kedatangan kami kesini adalah mencari keadilan, mencari kebenaran dan memulihkan marwah Aceh. Maka kami harap Bupati Simeulue yang telah berbuat mesum harus dicambuk sperti pelaku mesum yang lain karen perbuatannya tersebut sudah mencoreng nama baik Aceh,” tegas Ust Zainal Abidin yang juga mantan Penasehat GAM Sagoe Aramiah Birem Bayeun Aceh Timur Wilayah I dan Penasehat KPA ini.

Dalam kesempatan itu juga, Fansu Hendri mewakili Gempar menyampaikan keluh kesah warga Simeulue agar kasus amoral Erli Hasim tidak didiamkan oleh penegak hukum, baik hukum Syari’at Islam maupun Hukum Negara.<p><p>

Kata Fansu Hendri, secara hukum negara, Bupati Simeulue telah melanggar Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, sedangkan secara Syari’at Islam, Ia telah melanggar Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Baca Juga:  Kasiops Korem 031/WB Bersama Forkompimda Riau Vicon Dengan Panglima TNI

“Yang mulia Tengku Wali, Erli Hasim dijerat dengan dua hukum tersebut dan mungkin juga dia diduga telah melanggar undang-undang pornografi, maka dengan itu yang mulia warga Simeulue tidak ingin seorang Erli Hasim dimaafkan begitu saja. Kami ingin dia dicambuk sesuai Syari’at Islam dan diberhentikan secara tidak hormat dari jabatannya sebagai Bupati Simeulue,” tandas Fansu Hendri kepada Wali Nanggroe dengan nada tegas.<p><p>

Menyikapi itu, tiba-tiba dengan sontak Wali Nanggroe mendengar keluhan yang belum pernah ada masyarakat Simeulue melaporkan kepada dirinya, sehingga ia merasa heran dan menjawab, “Sudah tahu dia bejat, mengapa kalian pilih,” jawab Wali Nanggroe dengan nada canda.

Dikatakan Wali Nanggroe, ia akan berkomunikasi kepada semua pihak, mulai dari tingkat Dinas Syari’at Islam hingga ke Gubenur Aceh. “Bupati itu kan bawahannya Gubernur, jadi nanti saya akan berkomunikasi dengan Gubernur,” ucap Wali yang juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri GAM ini.

Katanya lagi, apabila tidak putus ditingkat Gubernur, ia akan menjumpai Menteri bahkan Presiden. “Jadi nanti saya akan jumpai presiden RI, seperti kalian menjumpai saya juga,” kata Wali Nanggroe.(Red)

Sumber: PEMBURUNEWS