Terkuak Teka Teki Raibnya Rp 1,6 Miliar Uang Pemprov Sumut, Ini Penjelasan Kapolrestabes Medan

Medan, Wartapembaruan.com -  Kasus raibnya uang Pemprov Sumut sejumlah Rp 1,6 miliar beberapa waktu lalu menghebohkan masyarakat dan para ASN di lingkungan Pemprov Sumut. Tudingan lemahnya pengawasan dan kelalaian dalam mengamankan uang tunai berjumlah banyak tersebut juga menimbulkan berbagai persepsi masyarakat.

Namun teka teki siapa pelaku raibnya uang milik Pemprov Sumut Rp tersebut akhirnya terkuak sudah. Para pencuri uang senilai Rp 1,6 miliar milik Pemprov Sumut tersebut ternyata sudah membuntuti pembawa uang sejak dari Bank Sumut.

Hal inii disampaikan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto saat merilis kasus ini di Mapolrestabes Medan, Selasa (1/10/2019).

Dijelaskan Dadang, modus yang digunakan para pelaku adalah dengan menunggu nasabah yang keluar dari bank.

"Nanti mereka lihat, ada nasabah yang keluar bawa tas. Kemudian dibuntuti," ujarnya.

Dalam kasus ini ada enam orang yang terlibat. Mereka semua adalah komplotan pencuri. Empat telah ditangkap melalui operasi penangkapan pada 22 hingga 24 September 2019 lalu, sementara dua lainnya masih diburon.

Pelaku pertama yang ditangkap adalah Niksar Sitorus, kemudian berturut-turut Nikodemus Sihombing, Musa Hardianto Sihombing, dan Indra Haposan Nababan. Dua lainnya yang masih diburon adalah Tukul dan Pandiangan.

Lebih lanjut Dadang memaparkan, setelah membuntuti calon korban, Tukul yang bertugas turun dan mengecek keberadaan tas yang berisi uang dalam mobil. Setelah barang berhasil teridentifikasi, Tukul merusak kunci mobil dan langsung pergi.

Kemudian tersangka lain Niko melanjutkan aksi. Dia diberi tugas mengambil uang dari dalam mobil dan membawa kabur. Sementara satu tersangka lainnya Indra memantau situasi dengan menggunakan sepeda motor.

Setelah ditangkap, sebut Dadang, polisi menemukan bukti bahwa uang yang dicuri dari halaman kantor Gubernur itu telah dibagi-bagi. Nikson dan Indra masing-masing mendapat jatah Rp200 juta, Musa dapat jatah Rp210 juta, Niko Rp300 juta, Tukul dan Pandiangan sama-sama mendapat jatah Rp350 juta.

Uang hasil curian yang dibagi-bagi itu digunakan oleh pelaku untuk membeli tanah, mobil dan sepeda motor. Ada juga yang masih tersisa.

"Petugas menyita uang sebesar Rp105 juta dari tangan Musa," rincinya. (akrt)

Penulis:

Baca Juga