oleh

Telkom Indonesia Butuh Pembenahan Terpadu Dan Terintegrasi Agar Dapat Bersaing Secara Global

Wartapembaruan.com — Jakarta — Menyimak pernyataan berturut-turut Wamen BUMN dan Menteri BUMN tentang Telkom Indonesia, seolah ingin menyampaikan sinyal bahwa akan ada perombakan besar-besaran baik secara organisasi maupun bentuk korporasi Telkom Indonesia.

Wamen BUMN mengatakan, bahwa Telkom lamban berinovasi mengikuti zaman, sementara Menteri BUMN mengatakan bahwa Telkomsel sebaiknya yang menjadi BUMN karena menyumbang reveneu 70% deviden pada Negara, lebih besar dari Telkom Indonesia sebagai perusahaan induk.

Ide dan gagasan Menteri BUMN ini perlu disikapi secara hati-hati, karena regulasi belum tentu memungkinkan untuk merealisasikan hal tersebut. Dan perlu dipahami juga, besarnya Telkomsel tidak lepas dari pemanfaatan infrastruktur jaringan yang dibangun oleh Telkom.

“Untuk itu saya melihat pembenahan terpadu dan terintegrasi yang harus dilakukan terhadap Telkom Indonesia agar bisa menjadi korporasi yang handal dan berdaya saing global. Telkom Indonesia perlu mempercepat pembangunan platform yang mendukung Inovasi Nasional. Saya ingin menyampaikan bahwa DPR mendukung BUMN
menjadi tulang punggung inovasi Nasional.
Indonesia membutuhkan platform digital beserta infrastrukturnya yang pada akhirnya akan mendukung
penguatan ekonomi nasional, karena akan tumbuhnya bisnis digital dan bisnis yang berbasis digital di
masyarakat. Saya ingin mencontohkan pengelolaan usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia yang masih minim
sentuhan digital, jika seandainya ada platform yang mengelola penjualan, kebutuhan barang dan
distribusinya, maka sinergi dengan BUMN atau swasta dapat memangkas pemicu biaya (cost driver),
karena terhubungnya pemasok, distribusi (logistik) dan UMKM .
Kita harus mengurangi ketergantungan dengan patform digital dari luar Indonesia. BUMN harus
mengambil peran sebagai pusat inovasi nasional. Disinilah dibutuhkan platform digital yang cerdas,
murah, mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat dan tentu saja berkelanjutan,” papar Lamhot Sinaga, Anggota DPR RI komisi VI dan Ketua DPP Golkar pada awak media di Jakarta, Kamis (13/02/2020).

Baca Juga:  CIMA Siap Berkolaborasi Untuk Pengembangan SDM Keuangan Syariah Berkapasitas Internasional

“BUMN perlu
memberikan insentif penggunaan infrastruktur telekomunikasi untuk kebutuhan inovasi digital. Saya juga berharap BUMN akan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan gairah masyarakat
dalam meningkatkan kemampuan memanfaatkan inovasi digital, agar para start up atau bisnis digital
rintisan di Indonesia berkembang, tidak seperti saat ini yang mati sebelum berkembang.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, siapakah BUMN yang menjadi leader dalam pengembangan
platform inovasi nasional? Saya melihat bahwa Telkom sebagai BUMN terbaik
dalam bisnis Informasi dan teknologi di Indonesia yang tepat sebagai orkestrator untuk pengembangan inovasi nasional. Disitu letaknya sehingga Telkom Indonesia tidak relevan untuk ditiadakan, tetapi harus didorong terus untuk maju sesuai core bisnisnya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Jumlah Penjualan Konsolidasian Sampoerna Agro di 3Q19 Naik 49%

“Saya juga berharap
kementrian BUMN tidak hanya menuntut tumbuhnya keuntungan dari Telkom, akan tetapi juga menilai
dampak pengembangan digital yang dilakukan oleh Telkom yang berdampak hadirnya benefit-benefit yang dirasakan langsung oleh para pelaku usaha,” pungkas Lamhot.
(fri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *