oleh

Soal Ditariknya Hampir 4.000 Unit Honda PCX, Ini Kata Kemenhub

Jakarta, Wartapembaruan.com – Kementerian Perhubungan menanggapi ditariknya 3.930 unit Honda PCX 150 dari pasaran. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan proses yang lazim disebut recall itu berkaitan dengan adanya kelemahan komponen fisik kendaraan.

“Saat pelaksanaan, ada satu kelemahan, misalnya ternyata bensin boros, itu kesalahan teknis.

Jadi produsen merasa perlu untuk melakukan recall,” ujar Budi di kantornya, Jumat, 21 Februari 2020.

Meski terdapat kelemahan hingga menyebabkan kendaraan ditarik, Budi memastikan Honda PCX 150 sebelumnya telah melalui proses uji tipe di Kementerian Perhubungan. Uji tipe dilakukan untuk mengetes komponen keamanan dan keselamatan kendaraan.

Baca Juga:  Rutan Cipinang Ditembaki Orang Tak Dikenal

Proses uji tipe yang dilakukan Kementerian Perhubungan ini mengacu pada regulasi Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB. Adapun komponen yang dites ialah lampu, rem, gas buang, dan komponen lainnya.

Setelah dilakukan proses pengujian dan dinyatakan seluruh komponen berfungsi dengan normal, kendaraan pun dinyatakan sudah dapat dipasarkan. Seumpama produsen menemukan kesalahan setelah uji tipe, ia memungkinkan kesalahan tersebut terjadi pada alat yang tidak masuk kategori yang dites oleh regulator.

“Produsen mungkin melakukan pengetesan lagi untuk alat yang tidak diuji dalam uji tipe. Lalu mereka menemukan kesalahan. Karena butuh kepercayaan pasar, jadi kendaraan ditarik kembali,” ujarnya.

Baca Juga:  Presiden RI Kehilangan Tokoh Yang Mampu Menjaga Dan Merawat Persatuan Bangsa

Sebelumnya, Astra Honda Motor atau AHM menarik ribuan Honda PCX 150 produksi 26-29 Juni 2019 untuk diperbaiki. Hal ini disebabkan ada masalah pada gigi sentrik di Honda PCX. Perusahaan mengirimkan surat kepada pemilik skutik.

Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM) Johannes Loman mengatakan penarikan tersebut juga diumumkan secara terbuka melalui media massa. “Diumumkan di koran-koran,” tuturnya.

Sumber: Tempo.co/Eko Ari Wibowo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *