Proyek Pembangunan Ruang Baca dan Perbaikan Mushola Dipership Diduga Dikerjakan Asal Asalan

Wartapembaruan.com, Bengkalis - Hasil peninjauan di lokasi oleh Beberapa gabungan LSM dan Awak Media hari ini bersama - sama mendatangi Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis guna menayakan dugaan penyimpangan / Mark-Up Anggaran Dana Alokasi Khusus ( DAK ) yang diperuntukan untuk membiayai pekerjaan Proyek Pembangunan Ruang Baca dan Perbaikan Mushola Dipership dengan anggaran dana sebesar Rp. 432.168,000,- yang saat ini dikerjakan oleh CV. Karya Pratama Lestari .

Yang mana sebelumnya Sekjen LSM Perkara (Jeckson Hunter  M) dan Ketua DPC LSM Topan RI  mendapati adanya pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan Bestek atau dinilai asal - asalan

Menanggapi temuan tersebut beberapa Insan Pers bersama LSM pun mendatangi Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis guna melakukan Konfirmasi kepada Ibu Yana selaku Kuasa Pengguna Anggaran ( KPA ) terkait temuan tersebut.

Namun saat di jumpai oleh Tim , Dirinya mengatakan kepada awak Media dan LSM agar menanyakan hal tersebut kepada Ibu Mina selaku pihak Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan ( PPTK )

Mendapati jawaban dari pihak KPA Awak Media langsung melakukan konfirmasi kepada Ibu Mina selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan ( PPTK ) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ( Dipersip ) Kabupaten Bengkalis.

Saat dikonfirmasi melalui via selulernya terkait dugaan Mark-up pembangunan Ruang Baca dan Perbaikan Mushola Dipership,Mina menjelaskan bahwasanya di dalam Bestek / perencanaan tidak  ada pondasi namun ada kedalaman saja ," Ucapnya.

" Saya telah  menghubungi Konsultan Perencana / Pengawas dan besok akan kami bongkar pekerjaan itu , Jadi tidak menyalahi aturan ," Terangnya singkat

" Tapi dari pihak PPTK , KPA , Kontraktor dan Pengawas Kami akan tetap membongkar pekerjaan tersebut ," Jelasnya.

Tetapi ketika media meminta izin bahwasannya konfirmasi atau jawaban beliau akan di naikan kedalam berita tiba - tiba Ibu Mina selaku PPTK langsung merubah stagmennya dengan bahasa bahwasanya Stagmen tersebut bukan dari dirinya tetapi keputusan bersama .

Kemudian masalah rencana pembongkaran tersebut juga bukan stagmen dia tapi atas dasar keterangan dari pihak Kontraktor ," Kilahnya

" Ya kalau masalah adanya kesalahan pembagunan dimana kedalaman yang di cantumkan dalam bestek / perencanaan  ternyata tidak ada , mungkin pihak kontraktor tidak melihat adanya hal itu ," tutupnya.

Dilain tempat, Kepada awak media , Jekson Hunter selaku Sekjen LSM Penjara akan melayangkan Surat kepada Kejati Riau terkait dugaan Mark-Up pembangunan Ruang Baca dan Perbaikan Mushola Dipership.

Dirinya juga menduga adanya permainan / kong kalikong antara pihak PPTK dan Kontraktor untuk mengakali dana pembangunan yang dialokasikan dari anggaran Dana Alokasi Khusus ( DAK )

Jeckson juga meminta agar Bupati bengkalis Menyampaikan kepada setiap SKPD dalam penggunaan dana DAK lebih diawasi agar tidak merugikan negara .(Red/Tim)

Penulis:

Baca Juga