PRAY FOR JAMBI “Asap dan Debu Telah Merenggut Jiwa”

Jambi, WPCom - Korban Jiwa tidak bisa dihindarkan akibat kebakaran lahan yang berkepanjangan di beberapa wilayah yang terjadi di Provinsi Jambi khusus nya di Kab.Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Dari laporan masyarakat di desa rantau rasau mencoba menceritakan kepada wartawan WPCom, bahwa sudah ada korban jiwa Meninggal Dunia akibat "Sesak Napas" menghirup asap dan debu bakaran, bahkan sudah sempat dibawa kepuskesma namun tidak terselamatkan "ungkap Febry."

Akibat kebakaran yang susah dipadamkan mengakibatkan kabut asap semakin pekat, jarak pandang hanya sekitar 20 s/d 50 meter paling jauh, bahkan pada pagi, sore dan malam hari asap dan abu terbawa angin sudah masuk dalam rumah.

Seperti diketahui beberapa waktu yang lalu, Kapolres dan Dandim turun langsung memadamkan api di wilayah Kec.Dendang tepat nya di Desa Catur Rahayu dan Desa Jatimulyo Kab.Tanjabtim.

Kemarin kembali Kapolres Tanjabtim.AKBP. Agus Desri Sandi, SIK, MM memimpin langsung pemadaman  KARHUTLA, Beliau langsung memerintahkan personil dan jajarannya untuk melakukan pemadaman sesegera mungkin.

Kapolres juga memerintahkan kepada Kabag Ops Polres Tanjabtim. AKP Alhajat,SIK. Untuk segera berkoordinasi dengan Tim KARHUTLA ,yang terdiri dari TNI-Dandim 0419/Tanjab. Letkol.Inf.M.Arry Yudhistira, BPBD, DAMKAR serta instansi terkait,sekitar lokasi untuk bersama-sama memadamkan api sebelum meluas.

Kebakaran lahan tersebut terjadi di perkebunan masyarakat milik beberapa warga dan sudah meluas hingga kurang lebih mencapai ratusan haktar lahan. Dengan menggunakan mesin pompa 10 unit milik BPBD, Damkar serta Dinas Perkebunan, dibantu Excavator petugas KARHUTLA, berjuang memadamkan api.

Beliau juga menghimbau warga dan masyarakat untuk tidak sembarangan membuang puntung rokok atau melakukan aktivitas pembakaran, meskipun itu hanya membakar sampah yang bisa jadi menjalar ke tempat lain, seperti rerumputan dan lahan yang mengering."

Kapolres juga mengingatkan akan menjerat bagi pelaku KARHUTLA tertangkap tangan dan terbukti akan diproses dan ditindak tegas dengan UU RI No. 8 Th. 1981 tentang KUHP, Serta UU RI No. 41 Th. 1999, tentang KARHUTLA. UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dan terkahir UU RI No. 39 Th.2009, tentang Perkebunan.(Liston,jmb)

Penulis:

Baca Juga