Polres Pandeglang, Tangkap Pelaku Pencurian dengan Pemberatan

PANDEGLANG, WPcom – Polisi Resor (Polres) Pandeglang Polda Banten, berhasil menangkap pelaku tindak pidana pemerasan atau yang dimaksud dalam pasal 368 KUHP, Sabtu malam 24 Agustus 2019 Di Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang.

AK (26) ditangkap oleh aparat kepolisian dengan adanya laporan dari korban RO (19) warga Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang dengan didampingi dua saksi YM (33) dan LI (18).

Kepala kepolisian daerah (Kapolda) Banten Irjen Pol Tomsi Tohir yang diwakili Kapolres Pandeglang AKBP Indra Luksaminto mengatakan, pelaku melakukan pencurian dengan cara berpura pura meminta diantar ke Sidamukti, sewaktu korban sedang nongkrong (berkumpul) di atas jembatan Panimbang bersama teman korban sebanyak empat orang.

Baca Juga:  Pencegahan Kejahatan dan Premanisme, Polsek Cikeusik Gelar Operasi Bina Kusuma Tahun 2019

Kemudian korban mengantarkan pelaku ke Kampung Bayur Sidamukti dan di jalan tiba tiba pelaku langsung mengancam korban dengan sebilah pisau kecil.

“Jadi modus pelaku ini terbilang cerdik untuk meyakinkan korban,” kata Indra, Minggu 25 Agustus 2019.

“Pelaku ditangkap pertama sama warga pada Sabtu malam di Kampung Bayur Desa Sidamukti Kecamatan Patia, dan kemudian anggota Polsek Patia bersama Opsnal Polres Pandeglang datang dan langsung mengamankan Pelaku,” imbuhnya.

“Pelaku langsung di bawa ke Polsek Patia guna pengembangan,” lanjutnya.

Saat ini, lanjut Indra, pelaku dan barang bukti berupa satu (1) unit sepeda motor merk Honda Beat New dan satu (1) unit handphone merk Oppo A71 diamankan di Polres Pandeglang.

Baca Juga:  Kliennya Kurang Dihormati Penyidik, Lawyer Julianta Sembiring Protes

“Pelaku dijerat Pasal 368 KUH Pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan (9) tahun,” tutupnya.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata, SIK. M.H, Saat di Konfirmasi Keberhasilan itu, membenarkan adanya Pelaku Pencurian Dengan Pemberatan yang di tangkap Penyidik Polsek dan Polres Pandeglang. Edy menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap waspada terhadap modus modus pelaku dan tidak mudah untuk percaya akan ajakan orang lain yg tidak dikenal Pungkasnya (abdul)