Polres Lebak Dan Polsek Rangkasbitung Amankan 18 Siswa Yang Diduga Akan Melakukan Tawuran

Di duga ke 18 orang siswa tersebut akan melakukan tawuran antara Mts. Al islah dengan Mts. Asukiah. Keduanya berada di Desa Kalang Anyar kecamatan Kalang Anyar Kabupaten Lebak.Ipda Supar menjelaskan terkait Kronologi kejadiannya"pada awalnya seminggu yang lalu siswa Aripin dan kawan kawan siswa Al Islah main ke Kampung Cilaki tepatnya kebon karet Desa Cimarga Kecamatan Cimarga kemudian ketemu siswi bernama Mala siswa Mts Asukiah lalu meminta no.wa kepada Mala. Merasa teman teman Mala tersinggung kemudian menantang sisiwa Mts Al Islah. Dan oleh Siswa Mts Al Islah di terima tantangan tersebut,katanya.

Lebak,Wartapembaruan.com - Sebanyak 18 siswa telah diamankan Polsek Rangkasbitung yang diduga akan melakukan tawuran.Polisi berhasil mengamankan 18 siswa yang terdiri dari Siswa SMPN 4 Rangkasbitung 5 orang,siswa SMPN 1 Kalang Anyar 2 orang,siswa Mts.Al Islah 7 orang dan 4 orang tidak sekolah.

Di duga ke 18 orang siswa tersebut akan melakukan tawuran antara Mts. Al islah dengan Mts. Asukiah. Keduanya berada di Desa Kalang Anyar kecamatan Kalang Anyar Kabupaten Lebak.

Ipda Supar menjelaskan terkait Kronologi kejadiannya"pada awalnya seminggu yang lalu siswa Aripin dan kawan kawan siswa Al Islah main ke Kampung Cilaki tepatnya kebon karet Desa Cimarga Kecamatan Cimarga kemudian ketemu siswi bernama Mala siswa Mts Asukiah lalu meminta no.wa kepada Mala. Merasa teman teman Mala tersinggung kemudian menantang sisiwa Mts Al Islah. Dan oleh Siswa Mts Al Islah di terima tantangan tersebut,katanya.

Kemudian hari ini Sabtu tanggal 05 Oktober 2019 jam 16.30 wib. Menurut informasi dari masyarakat bahwa Siswa Mts Al Islah telah berkumpul di jembatan Ranca Garut Desa Kalang Anyar berencana mau tawuran selanjutnya Anggota Polsek Rangkabitung di pimpin Kanit Reskrim Polsek Rangkabitung mendatangi TKP dan menemukan 18 Siswa dan barang bukti berupa 2 parang berukuran satu meter dan satu gergaji berukuran 1 meter.

Kesemuanya terbuat dari alumunium bekas pipa kursi. Kemudian 18 siswa tersebut di amankan di Polsek Rangkabitung untuk di data dan di beri pembinaan kemudian di panggil pihak sekolah dan orangtuanya untuk sama sama membuat pernyataan yang isinya tidak akan mengulanginya selanjutnya di serahkan kepada orang tuanya masing-masing,Pungkas Ipda Supar.(fik/dul).

Penulis:

Baca Juga