Polisi Amankan 10 Preman Pemeras di Wilayah Tanah Abang

Wartapembaruan.com, Jakarta - Polisi Amankan sepuluh orang preman yang meresahkan masyarakat pengguna jalan, diantaranya dua wanita pelaku pemeras pengendara mobil, yang videonya viral ditangkap polisi berpakaian preman di Jl.Kebon Jati, Kel.Kampung Bali, Kec.Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (05/09/2019) petang.

Kini ke sepuluh preman diantaranya inisial : T (22), IA (21), MNH ( 26), dan S (40) yang selama ini pengangguran, resmi menjadi tersangka.

Sedangkan enam lainnya ditangkap tak jauh dari lokasi penangkapan pertama yaitu inisial AT, RH dan SH, sedang wanitanya inisial LB dan IU. Dari tangan mereka disita barang bukti berupa uang dan tas, pecahan uang bervariasi mulai dari :
• Rp.2000.
• Rp.76.500.
• Rp.20.000.
• Dan Rp120.000.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku tidak di koordinatori oleh siapapun, murni inisiatif sendiri dan dalam melancarkan aksinya dilakukan secara bergantian.

Dalam melancarkan aksi nya, pelaku hanya bermodal tangan kosong memaksa atau mengintimidasi korban untuk memberikan uang lebih dari tarif "pak oga" Rp.500 rupiah dan jika tidak diberi uang lebih maka mereka akan menggedor pintu mobil dan memberhentikan mobil.

Rata-rata mereka mendapat Rp.50.000 - Rp.80.000. perharinya untuk biaya hidup mereka masing-masing.

Kini pelaku yang diamankan Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat. "Saya berharap bagi supir yang merasa di rugikan, tidak nyaman dan di intimidasi, segera lapor. Akan kita proses secepatnya sampai tingkat pengadilan," tegas Kapolsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, AKBP Lukman Cahyono.

Korban inisial K dan H yang bekerja sebagai supir mobil box dan mobil niaga yang merupakan pedagang tasik di Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengangkut barang pakaian mau ke Pasar Blok F Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Saat mereka keluar, tiba-tiba para pelaku langsung meminta uang dan korban langsung memberikan uang pecahan Rp.500 dan pelaku meminta uang lebih dan mengambil Rp.2000.

Lanjutnya, Setelah korban di perbolehkan lewat, baru berjalan kurang lebih satu meter dan korban kembali dimintai uang.

Menurut pengakuan korban, setiap ia mau keluar, ia harus mengeluarkan uang kurang lebih Rp.25.000 dan rutin setiap hari Senin dan hari Kamis, ujar Kapolsek.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan didampingi Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono dalam jumpa pers dihadapan awak media, Kapolres mengatakan pihaknya melakukan penertiban kepada mereka. Setiap ada anggota polisi seperti Babhinkantibmas juga disambangi.

"Kita mengingatkan kepada mereka silahkan bekerja namun tidak melanggar pidana," ujar Kombes Pol Harry Kurniawan.

Para pelaku dijerat pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara. (IS)

Penulis:

Baca Juga