Peran Pendidikan Di Era Revolusi Industri 4.0

Yogyakarta, WP.com – Era Revolusi Industri 4.0 yang dipimpin oleh aplikasi perangkat digital dan proses inovasi yang terjadi dengan cepat merupakan tantangan bagi dunia Pendidikan dan memerlukan tanggapan tepat. Upaya memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat maka Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta mengadakan Talk Show dengan mengangkat tema Peran Dan Tantangan Pendidikan Di Era Revolusi Industri 4.0. Acara terselenggara di Ruang Seminar Gedung Soekarno Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta pada hari Sabtu, 6 Juli 2019.

Realita yang terjadi dalam proses pendidikan saat ini antara lain penting adanya pendampingan pada generasi sebagai peserta didik untuk terus mengembangkan diri. Seperti diungkapkan oleh Bapak Syamsul Maarif, ST., M.Eng., sebagai Wakil Rektor 1 UP45 dalam kata sambutan membuka acara Talkshoow. “Kemajuan teknologi berdampak terhadap pembentukan karakter generasi saat ini maka dibutuhkan pendampingan yang tepat untuk menyeimbangkan antara pembentukan karakter dan prestasi”, ungkap Bapak Syamsul.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu DINAS DIKPORA DIY, Bapak Didik Wardaya, SE., M.Pd., MM., menjelaskan bahwa bersatunya revolusi teknologi informasi dan komunikasi dengan  globaliasasi, menjadikan dunia semakin terbuka dan semua bidang tumbuh dengan sangat cepat. Generasi pemenang bukanlah generasi yang kuat tetapi generasi adaptif terhadap perubahan. Penting melakukan peningkatan mutu pendidikan agar mewujudkan lulusan yang berkualitas. “Upaya yang dilakukan antara lain yaitu pemanfaatan ICT dan JOGJA BELAJAR (JOGJA CYBER PROVINCY). Implementasi pada orientasi pendidikan berbasis TIK Smart Office dan Pengembangan Web Jogja Belaja”, jelas Bapak Didik.

Baca Juga:  Dinilai Kelewatan, Camat MD Enggan Jawab Soal Jembatan Putus

Pentingnya Orang tua yang tanggap terhadap tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0, dijelaskan oleh Bapak DR. Armunanto, M.Ph. selaku Staff UNICEF. Munculnya banyak peluang bagi pekerjaan baru yang membutuhkan generasi yang kreatif serta kritis dalam menggunakan teknologi untuk mengolah info berdasarkan analisis data yang tepat maka perlu membangun situasi yang kondusif.  “Salah satu strategi yang telah dilakukan seperti saat ini di kota Surabaya dan Solo yaitu dengan menciptakan program kota layak anak“, demikian dijelaskan oleh Bapak Armunanto.

Upaya menjadi pribadi positif di Era Revolusi Industri 4.0, dapat dilakukan dengan membentuk karakter yang kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif, demikian dijelaskan oleh Ibu Dessy Pranungsari, S.Psi. M.Psi. Psikolog, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. Individu merupakan mahkluk sosial maka perkembangan kepribadian dibentuk oleh lingkungan. Terjadi frustasi bila ada keinginan yang tidak tercapai, maka pentingnya pengembangan soft skill, potensi diri serta pembentukan karakter melalui pendidikan akhlaq, diungkapkan oleh Ibu Dra. Muslimah Zahro Romas, M.Si., Dekan Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.

Baca Juga:  Fakultas Hukum Unimal Bangun MOU ke Pemkab Aceh Tengah dan Bener Meriah

Diskusi dan sesi Tanya-jawab dengan moderator Bang Ibenk Hafiz Miraza semakin memicu keterlibatan peserta yang sangat aktif ditunjukan dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan. Berkati Gaho, selaku panitia acara mengungkapkan bahwa melalui acara talkshow ini semakin memahami karakter yang perlu dikembangkan dalam menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Hadir pula personel Bagbinkar SDM Polda DIY, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, UAD, UII, perwakilan Guru, praktisi dan pemerhati pendidikan DI. Yogyakarta.

Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A., selaku dosen fakultas psikologi UP45 mengungkapkan bahwa acara talkshow psikologi yang dihadiri oleh Guru, Mahasiswa, Dosen dan Praktisi dunia pendidikan mampu menjadi forum diskusi yang efektif untuk mendapatkan beragam alternatif solusi terhadap suatu fenomena yang terjadi. Semakin jelas tentang diskripsi bahwa masyarakat memerlukan cara-cara baru untuk beradaptasi dengan dunia baru, suatu dunia dengan sistem baru agar mampu memenangkan persaingan global yaitu data yang diolah menjadi informasi oleh manusia terdidik. “Pemikiran yang disampaikan oleh para pembicara mampu membantu meningkatkan pengetahuan tentang peran dan tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0”, demikian ungkap Wahyu.(**)