Pembangunan Pasca Bencana Wujud Pengamalan Pancasila

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sigi Paulina, Ketua Yayasan BUMN Harjawan Balaningrat, Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Taufik Kartiko, Staf Khusus Yayasan BUMN Dedi Mahardi, Menteri Penasihat (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia Mior Haris Bin Mior Harun, Ketua Canseri Kedutaan Besar Malaysia Mohd Hail Aniff bin Mohd Fauzi, Perwakilan Astro-Maxis Malaysia Nina Marliana, dan Tokoh Masyatakat Sulawesi Tengah M. Ridha Saleh.Antonius Benny Susetyo menyampaikan bahwa diharapkan dengan adanya acara ini diharapkan adanya kesadaran dari semua pihak untuk saling bahu membahu dalam memulihkan wilayah pasca bencana.Wakil Bupati Sigi Paulina dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada donatur, masyarakat, dan semua pihak yang telah memberikan bantuan untuk pembangunan fasilitas pendidikan.Selain itu Paulina juga juga menambahkan bahwa pembangunan ini sangat penting karena untuk pendidikan anak bangsa.Hal senanda disampaikan oleh Ketua Yayasan BUMN Harjawan Balaningrath dirinya mengucapkan terima kasih atas semua pihak yang membuat acara peletakan batu pertama ini terealisasikan khususnya kepada pemerintah Malaysia dalam hal ini Astro Maxima yang telah memberikan bantuannya untuk pemulihan sarana dan prasarana pendidikan di Sulawesi Tengah.

SIGI, Wartapembaruan.com - Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Antonius Benny Susetyo menghadiri acara peletakan batu pertama pembagunan sekolah TK-SD Balongga dan SMP 26 Sigi, Sulawesi Tengah (11/2).

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sigi Paulina, Ketua Yayasan BUMN Harjawan Balaningrat, Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Taufik Kartiko, Staf Khusus Yayasan BUMN Dedi Mahardi, Menteri Penasihat (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia Mior Haris Bin Mior Harun, Ketua Canseri Kedutaan Besar Malaysia Mohd Hail Aniff bin Mohd Fauzi, Perwakilan Astro-Maxis Malaysia Nina Marliana, dan Tokoh Masyatakat Sulawesi Tengah M. Ridha Saleh.

Antonius Benny Susetyo menyampaikan bahwa diharapkan dengan adanya acara ini diharapkan adanya kesadaran dari semua pihak untuk saling bahu membahu dalam memulihkan wilayah pasca bencana.

"Diharapkan pemerintah kementerian/lembaga dan dinas bisa saling bahu membahu merecovery kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam. Ini cerminanan sila ke 5 keadilan sosial dan gotong royong yang menjadi identitas bangsa kita," ujar Benny.

Wakil Bupati Sigi Paulina dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada donatur, masyarakat, dan semua pihak yang telah memberikan bantuan untuk pembangunan fasilitas pendidikan.

"Jika kami hanya menggunakaan APBD Kabupaten Sigi ini tidak akan bisa menutupi dan memperbaiki segala kerusakan akibat bencana. Sehingga segala kerjasama dan relawan saya ucapkan terima kasih khususnya atas pembangunan sarana dan prasarana publik seperti jalan dan sekolah," ucap Paulina.

Selain itu Paulina juga juga menambahkan bahwa pembangunan ini sangat penting karena untuk pendidikan anak bangsa.

"Pembangunan ini sangat penting untuk memulihkan masyatakat khsusunya masa depan anak-anak yang selama ini pendidikannya terganggu karena kurangnya sarana dan prasarana," tegasnya.

Hal senanda disampaikan oleh Ketua Yayasan BUMN Harjawan Balaningrath dirinya mengucapkan terima kasih atas semua pihak yang membuat acara peletakan batu pertama ini terealisasikan khususnya kepada pemerintah Malaysia dalam hal ini Astro Maxima yang telah memberikan bantuannya untuk pemulihan sarana dan prasarana pendidikan di Sulawesi Tengah.

"Terima kasih banyak atas segala bantuan hingga acara peletakan batu pertama ini terealisasikan. Dan semoga ini menjadinawal bagi yang lainnya untuk membuat komitmen. Terima kasih juga kepada pemerintah Malaysia yang telah memberikan bantuan guna memulihkan kerusakan besar akibat bencana besar gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah ini," ujarnya.

Harjawan menegaskan ini adalah langkah yang amat krusial karena jika tidak segera ditanggulangi khususnya fasilitas pendidikan akan berdampak kemunduran bagi generasi bangsa kedepannya.

Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik BNPB Taufik Kartiko menyampaikan bahwa pembangunan sarana dan prasarana pendidikan ini merupakan proses penyelamatan jangka panjang bagi pendidikan bangsa Indonesia.

"Ini adalah proses penyelamatan jangka panjang karena kalau tidak ditindaklanjuti ini akan berdampak pada anak-anak yg mengalami akan mengalami kemuduran karena pendidikan mereka terganggu," jelasnya.

Sebagai penutup Menteri Penasihat (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia menyampaikan rasa harunya atas sambutan siswa dan masyatakat setempat yang ramah dan begitu hangat.

"Terima kasih atas sambutannya yang begitu hangat yang begitu mencerminkan persaudaraan yang baik antar Indonesia dan Malaysia,"ujarnya.

Mior juga mengucapkan terima kasih atas undangannya yang tidak lain karena semangat persaudaran.

"Saya atas nama Pemerintah Malaysia ucapkan terima kasih telah mengundang kami. Ini tidak lain kerena semangat persaudaraan serumpun dan sinergi Indonesia dan Malaysia tetap terjaga.

Kedapannya Mior menjelaskan bahwa kedepannya bantuan tidak hanya akan berfokus pada bidang pendidikan saja tetapi juga bidang yang lainnya.

Penulis:

Baca Juga