Pelajar yang Diamankan Polres Jakut Ternyata Berasal dari Sejumlah Daerah, Isak Tangis Orangtua Pun Mengiringi Penyerahan Anak Mereka

Warta Pembaruan.com, Jakarta - Isak tangis sejumlah orang tua mengiringi penyerahan anak-anak mereka yang beberapa hari lalu diamankan Polres Metro Jakarta Utara, karena hendak akan melakukan unjukrasa ke gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Mirisnya, para pelajar yang diamankan polisi sebanyak 64 orang dari trotoar Terminal Tanjung Priok tersebut, ternyata berasal dari sejumlah daerah, seperti Sumedang, Kuningan, Cirebon dan Purwakarta.

Penyerahan anak pelajar ini pun difasilitasi oleh Lembaga Perlindungan Anak Indonesia(LPAI) yang dipimpin langsung leh Dr.Seto Mulyadi. Pria yang dikenal dengan Kaka Seto ini mendatangi langsung Mapolres Metro Jakarta Utara, pada Rabu (02-10-2019).

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto SiK, MSI menyampaikan, sebanyak 64 anak yang mereka amankan kemarin, mereka temukan di terminal Tanjung Priok dan di jalan-jalan yang saat itu dalam keadaan lemas dan kondisinya dalam keadaan kurang sehat.

Dan sejauh ini kata Kapolres, dari 64 orang tersebut sebanyak 23 orang anak telah dijemput oleh pihak keluarganya. Dan sisanya sebanyak 44 orang masih berada di Polres.

"Satu diantaranya terpaksa diamankan karena diduga positif menggunakan narkotika. Hal itu diketahui setelah dilakukan tes urin kepada yang bersangkutan," ungkap Kapolres.

Mantan Kapolres Kediri itu melanjutkan, terkait pelajar yang berasal dari sejumlah daerah tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah Polres di daerah seperti Polres Sumedang, Polres Kuningan, Polres Cirebon dan Polres Purwakarta.

Yang mana koordinasi itu diharapkan apabila mereka nantinya tidak ada yang jemput oleh pihak keluarga atau orangtua akan diantar ke Polres tersebut. Kendatipun demikian sampai saat ini pihak Polres Metro Jakarta Utara masih berupaya nghubungi orang tua masing-masing.

"Kami bersama LPAI yang di pimpin Kak Seto bersinergi dalam menangani kasus pemanfaatan anak untuk kepentingan pribadi dan golongan tertentu,"jelasnya.

Sementara Kak Seto dalam krsempatan itu menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polres Metro Jakarta Utara, yang telah dengan tepat menangani anak-anak tersebut.

"Kami atas nama LPAI  memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap Kepolisian Republik Indonesia baik Polda Metro Jaya dan juga Polres Jakarta Utara yang telah dengan tepat menangani anak-anak ini dan kita semua tahu bahwa jajaran polisi pun banyak yang babak belur yang dipukuli dan sebagainya tapi juga melihat bahwa pelakunya adalah anak-anak , mereka ini juga sebetulnya adalah korban dari bujuk rayu entah berbagai hal hal yang menggelorakan semangat mereka, sebagai anak remaja kita tahu bahwa anak remaja dinamikanya luar biasa,"kata Ka Seto.

Ia melanjutkan, terkait hal ini pihak akan segera bersurat kepada kementrian pendidikan dan kebudayaan  dalam hal ini kementrian harus segera tanggap dengan apa yang terjadi di dunia pendidikan sekarang ini dengan menciptakan wadah untuk mengekspresikan geloranya jiwa muda.

Dalam bentuk prestasi prestasi cemerlang agar betul-betul menggerakkan seluruh jajarannya baik Kepala Dinas kepala sekolah para guru untuk mengendalikan murid-muridnya, di sisi lain LPAI juga memohon agar kebijakan baik di pendidikan di rumah maupun di sekolah adalah pendidikan ramah anak dan ramah sekolah sering kali tidak seimbang dan sering kami dapati anak-anak jenuh dengan padatnya mata pelajaran dan PR.

"Anak-anak ini perlu diberikan keterampilan atau kegiatan lain selain belajar,sebagai penunjang bakat dan kemampuan anak-anak," pungkas Kak Seto.

Penulis:

Baca Juga