Membuat Kerajinan Makrame yang Susah-susah Gampang

Zahra Rahmi, owner Pipi Merah sedang membuat gelang dengan teknik makrame. (Inibari.id/ Dyana Ulfach)

Wartapembaruan.com, Jakarta – Mungkin teknik makrame terdengar asing di telinga. Tapi siapa tahu kamu justru punya asesori yang dibuat dengan teknik ini. Berbeda dengan teknik rajut, teknik makrame nggak memerlukan lebih banyak alat. FYI, makrame adalah seni menyatukan simpul tali atau benang sedemikian rupa. Kata makrame berasal dari kata mikramah yang berarti hiasan tangan atau anyaman.

Hiasan dinding, gantungan pot, dan hammock adalah beberapa kerajinan yang bisa dibuat menggunakan teknik makrame. Bahkan lantaran terlihat keren dan unik, banyak latar dekorasi pernikahan memakai teknik ini.

Salah satu perajin yang membuat pernak-pernik dengan teknik makrame adalah Zahra Rahmi. Perempuan kreatif ini biasa membuat gelang dan jam tangan superkeren. Sekilas beberapa produk mirip dengan rajut. Tapi kalau kamu teliti pasti bisa membedakan mana rajut mana makrame.

Baca Juga:  Macetnya Jalan Menuju ke Tempat Wisata Negeri di Atas Awan, Gunung Luhur Viral di Medsos

Yang bikin salut, lulusan Sastra Inggris Universitas Dian Nuswantoro Semarang ini mempelajari makrame secara otodidak sejak SMA. Zahra bercerita awal mula dia mengenal makrame. “Awalnya diminta mengisi bazaar pentas seni di sekolah,” kenang Zahra. Kini, dia serius mendalami bisnis ini dan membuat jenama Pipi Merah.

Sudah lebih dari 3 tahun jemarinya membentuk simpul-simpul, skill Zahra kian terasah. Satu gelang makrame bisa dia selesaikan dalam 2 sampai 3 jam saja. Hingga kini, dia telah membuat lebih dari 70 motif makrame, lo. Banyak juga ya?

Kalau kamu mengamati produk-produk Pipi Merah, ada kekhasan yang menjadi nilai jual. Zahra selalu memadukan berbagai warna sehingga terlihat lebih menarik. O ya, meski dari luar membuat kerajinan dengan teknik makrame terlihat mudah, tapi sebenarnya cukup sulit, lo. Selain kreativitas, butuh kesabaran dan ketelitian tingkat tinggi, yang musti dimiliki perajin. Jadi, kalau kamu tipe orang yang sabaran mending pikir-pikir dulu deh.

Baca Juga:  Indonesian Echo Film Festival Hadir Di Jakarta

“Kalau salah pola, harus cari salahnya di mana dan diulangi lagi dari yang salah itu,” kata Zahra.

Sebagai perajin, Zahra juga nggak pelit ilmu, lo. Bekerja sama dengan Workshop Semarang, Zahra sering memberikan pelatihan makrame. Kamu tertarik juga nggak belajar teknik makrame? (inibaru.id)