LAM Kuansing Apresiasi Penanganan PETI Oleh Polres Kuansing

RIAU, Wartapembaruan.com - Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu (LAM) Kuansing Datuk Pebri Mahmud, apresiasi kinerja Polres Kuansing AKBP Hengky Poerwanto SIK M Si. terkait penangan Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

"Penangan PETI yang selama ini dilakukan oleh Polres Kuansing sudah maksimal dilakukan. Namun dalam masa pandemi Copid 19 ini, orang orang yang tidak bertanggung mengambil kesempatan untuk melakukan kegiatan ilegal tersebut.Sementara semua pihak sedang berjibaku melawan Covid 19, pelaku PETI pun mengambil kesempatan, "kata Datuk Pebri Mahmud, baru-baru ini.

Penegakan hukum yang dilakukan oleh Polres Kuansing, sebut Pebri, tidak serta merta langsung melakukan tindakan represif namun diadakan dulu pendekatan sosial kepada masyarakat, tokoh dan aparatur pemerintah sampai ke tingkat desa, hal ini sebagai bentuk upaya agar tidak ada gesekan yang terjadi akibat dari penegakan hukum tersebut.

"Kita apresiasi upaya yang sudah dilakukan oleh Poles Kuansing dimana dalam tahun 2020 sudah melakukan pengungkapan 9 perkara PETI dengan 12 tersangka yang saat ini dalam proses penyidikan, langkah ini diambil setelah dilakukan sosilisasi oleh Polres Kuansing beserta jajaranya sampai ke tingkat Polsek yang dilakukan secara berkelanjutan, "ungkap Pebri.

Pebri menuturkan, terkait adanya aksi yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa yang meminta agar Kapolres Kuansing dicopot, Datuk Pebri sangat menyayangkan aksi tersebut karena dalam tata krama budaya melayu sebaiknya berbaik sangka dengan tabayun terlebih dahulu terhadap segala informasi, kita apresiasi kegiatan mahasiswa yang peduli terhadap Kuansing namun cara penyampainnya agar lebih objeltif, kita siap duduk bersama dengan semua elemen untuk membantu Polres Kuansing dalam memberantas PETI.

"Saya sampaikan agar seluruh elemen masyarakat menjaga situasi kondisi kamtibmas, dukung Polri khususnya Polres Kuansing mejelang dan selama Pilkada jangan biarkan orang atau kelompok masyaralat mengganggu situasi di negeri kita, "pinta Pebri.

Penulis: Anhar Rosal

Baca Juga