Lain dari Yang lain, Ini Kritik HMI Lhokseumawe Pada Pemko ?

Ket Poto : Muhammad Atar/HMI Lhokseumawe

Lhokseumawe, WP.com – Dua Tahun Pasca di lantik Suaidi Yahya – Yusuf Muhammad selaku Pemerintah Kota Lhokseumawe dinilai terlalu lemah memafaatkan peluang.

Hal ini sesuai apa yang dikatakan oleh Ketua Umum HMI cabang Lhokseumawe-Aceh Utara.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Wartawan, Kamis (11/7/2019) Sekira pukul 10.44 WIB, ia mengatakan masih ada proyek pembangunan terbengkalai,dan air bersih belum didapatkan.

“Sehingga banyak persoalan yang mencul di kota metro dolar hari ini, Bangunan terbengkalai, Sampah yang berserakan dan Air Bersih yang belum dapat di selesaikan oleh walikota Lhokseumawe” Ungkap Muhammad Atar, Kamis (11/7)

Lebih-lebih lagi menurut nya masih ada penerapan parkir yang tak sesuai aturan

“Selain itu masih benyak terdapat parkir liar yang tidak sesuai dengan Qanun, penatakeloaan kota yang belum sesuai dengan RTRW, dan fasilitas sanitasi yang belum memadai” Jelasnya

Baca Juga:  Andi Suhaimi Tepung Tawari Calon Jema’ah Haji Marga Munthe/Dalimunthe Boru Dohot Bere

“selain itu masih terdapat angka Inflasi tertinggi di Aceh yakni 0,64 pada april 2019″Tutur nya

Selaku tokoh aktivis mahasiswa, ia menyarankan pemerintah Lhokseumawe harus jeli melihat peluang

“Harusnya Pemerintah Lhokseumawe Harus Lebih Jeli melihat peluang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota lhokseumawe, kita melihat diantaranya peluang yang ada belum dimafatkan secara maksimal untuk meningkatkan PAD kota Lhokseumawe. Salah satunya belum kdi kelola secara maksimal sarana yang telah di bangun di kota lhokseumawe, misalnya pasar induk, pasar buah dan pabrik garam yang ada di blang mangat” Harap Ketua HMI itu

“Dalam penatakeloaan sampah pemerintah masih kurang masif dalam mempromosi lingkungan bersih dan sehat kepada masyarakat dan belum oktimal pelaksanaan qanun retribusi, parkir liar yang masih menjamur di kota lhokseumawe hingga berdapat pada ketidak capaian target PAD Kota Lhokseumawe, dalam tata kelola RT-RW masih minimnya ruang terbuka hijau di kota lhokseumawe”

Baca Juga:  Wahdah Peduli Gelar Rapat Kerja, Siap Menjadi Lembaga Kemanusiaan yang Lebih Profesional

Dan ia, mengatakan sangat menanti gerak Pemko Lhokseumawe

“Kita sungguh mendambakan Gerak gesit pemerintah kota untuk mengejar ketinggalan dari kota – kota lain yang ada di provinsi Aceh” Pungkas

“Kita berharap Wali kota dapat melakukan trobosan efektif dalam tiga tahun terakhir masa kepemimpinannya sehingga nantinya Kota Lhokseumawe menjadi kota metropolitan di indonesia, begegas pak, 3 tahun tidak lama” Tandas Muhammad Atar

(Arwan)