Konferensi Pers Dengan Wartawan, Wahyu Adi Inginkan Inhu Juara Dan Terdepan

RENGAT, Wartapembaruan.com - Calon Bupati Inhu Irjen Pol (P) Drs H. Wahyu Adi didampingi Ketua dan Wakil Ketua Tim Relawan Besama Wahyu Adi Supriati (BWS) lakukan konferensi Pers dengan sejumlah wartawan liputan Inhu, pada Jumat (25/9/2020) di Cafe Tarian Danau Raja Rengat.

Kepada awak wartawan, Wahyu Adi menceritakan biografi hidupnya berkarir di Kepolisian hingga memaparkan motivasi serta visi misinya dalam memenangkan pertarungan menjadi Bupati Inhu pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

"Saya memiliki isteri 1, anak 5, didukung 4 Parpol yaitu Partai Demokrat, PDI-P, PAN, dan Perindo dengan jumlah kursi 12, syarat maju hanya 8. Setelah pengundian nomor dapatlah nomor urut 4, Insya Allah nomor kemenangan, "ucapnya.

Irjen Pol (P) ini bercerita, kebetulan saya Akpol leting tahun 1984, nomor urut 4 sama dengan bunyi sila ke 4 Pancasila, "Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan", itulah gambaran pemimpinya.

Kalau sekarang kita lengkaplah nih, ibarat kendaraan kita kalau roda 1 itu kan akrobat, pas akrobat kan. Kalau 2, kalau hujan pasti kehujanan. Kalau 3 berarti standart miring, kalau pas bersandar kan miring. Nah kalau 4, Ini kan kita sudah sempurna kalau di jalan, iya kan. Kalau 5 ban serap kan kalau kendaraan, itu untuk skopnya saja, "sindirnya.

Tahun 1985, 1986 saya Kapolsek Lubuk Jambi. Inhu masih Lubuk Jambi kan, Kuansing. Kemudian 1987 akhir sudah di Polda jadi Serse Polda Riau. Semenjak itu melanglang buana hingga pensiun. Jadi, dari tahun 1984 hingga 1991 saya bertugas di Riau. Mudah mudahan pada Pilkada 9 Desember 2020 nanti BWS bisa menang.

Pasangan saya ibu Supriati, beliau itu 2 periode menjabat Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Riau, tapi sebelumnya juga beliau jadi anggota dewan di Kuansing. Suami ibu Supriati sudah meninggal, semasa hidupnya pernah Kepala PU di Inhu, kemudian pindah ke Kuansing jadi Kepala PU, jadi keluarga beliau tidak asing lagi bagi masyarakat Inhu, "kata Irjen Pol (P) ini.

Sudah 34 tahun saya mengabdi di institusi Kepolisian hingga pensiunan dengan pangkat Irjen Pol. Nah, selaku warga negara Indonesia, saya kan punya hak politik untuk mengabdi di Inhu ini. BWS punya komitmen bagaimana supaya Inhu ini bisa berjaya sama halnya dengan jargon yang miliki yaitu Juara dan Terdepan.

Kalau di jajaran media, sambungnya lagi, saya tahun 1997 sampai 1999 pernah jadi Kadispen, kalau sekarang Kabid Humas Polda, tapi Polda Sumsel. Makanya bagi saya rekan-rekan Pers itu paham betul, yah mudah mudahan nanti kita membina hubungan baik sesama insan Pers, kan.

"Jadi tidak usah ada sungkan-sungkan kalau ketemu, ayo mari kita bicara untuk kemajuan bagaimana Pers di Inhu agar lebih baik, "jelasnya.

Disinggung bagaimana BWS menyikapi persoalan Agraria yang dialami oleh petani, Wahyu Adi mengatakan, nanti saya pelajari dulu, Ini bersinggunganya dengan apa, dalam satu kawasan dalam satu bidang area itu bisa bertumpuk, peta macam-macam, ada peta Topografi, Kehutanan, Perkebunan, BPN iya kan, peta Pertanian, makanya itu nanti harus saya pelajari dulu.

Dijelaskan, harus saya pelajari dulu dimana letak permasalahan itu. Ada kewenangan bupati membuat rekomendasi terhadap izin-izin yang sudah pernah diterbitkan. Kita panggil semua pihak yang bersengketa, baik masyarakat maupun pengusaha difasilitasi Pemda agar persoalan dapat diselesaikan.

Persoalan itu kan sudah puluhan tahun, SKGR, SKT itu aja kadang ada yang berbeda beda, iya kan, nah belum lagi persoalan kawasan hutan yang dirambah. Kalau itu tidak diselesaikan, kapan lagi masyarakat khususnya bagi petani bisa nyaman bertani, kan kasihan sama mereka. "Kalau saya nanti terpilih bupati, Insya Allah saya selesaikan, karena saya paham tentang itu, iya kan, "pungkasnya.

Penulis: Lamhot Manurung. 
Editor: Redaksi

Baca Juga