Indonesian Echo Film Festival Hadir Di Jakarta

Wartapembaruan.com — Jakarta — Indonesian Eco Film Festival (IDEFF), yang merupakan festival film mengenai lingkungan hidup
(environment) pertama kalinya di Indonesia, akan hadir di Jakarta ( 11 – 20/10/ 2019). Akan
ditayangkan 13 film yang terpilih.
Festival ini diselenggarakan oleh LiveLife, platform untuk membantu menyelenggarakan acara
menarik dengan menemukan tempat & komunitas yang sesuai. LiveLife berpartner dengan berbagai
pihak baik film maker, organisasi lingkungan hidup, kedutaan besar & pusat kebudayaan, beserta
perusahaan.
Akan ada 4 tema utama yang diangkat di festival ini berhubungan dengan:
– Dampak masalah lingkungan seperti tenggelam nya Jakarta
– Masalah sustainability oleh konsumsi berlebihan & pemborosan sumber daya alam.
– Pengelolaan sampah termasuk plastik & pembuangan sampah sembarangan.
– Alam & flora fauna termasuk konservasi & keanekaragaman hayati.

Penonton akan dimanjakan dengan berbagai macam pilihan film, dimulai dari pembukaan yang
menayangkan 2 film: Story of Stuff mengenai siklus produksi barang & konsumerisme yang
berlebihan, dan Wasted mengenai pemborosan makanan berlebihan & cara mengatasinya.
Kemudian diikuti dengan True Cost dokumenter industri fashion & dampak lingkungan.
Akan ada penayangan film menarik mengenai masalah yang sering dihadapi di Jakarta melalui
dokumenter: Menata Pipa Air Jakarta yang menjadi salah satu sebab tenggelam nya Jakarta, beserta
Cerdik Kelola Plastik & Pulau Plastik.
Selama sepuluh hari festival berlangsung, screening film akan dilakukan di berbagai tempat yaitu di
GoWork Coworking Space, GoFood Festival GBK, dan IFI (Pusat Kebudayaan Prancis), sehingga
dimanapun penonton berada dapat secara mudah mengakses lokasi penayangan.
Tidak hanya masalah di Jakarta, juga akan dibahas ekosistem alam dan permasalahannya melalui
film: Tale of a Forest mengenai ekosistem hutan asri di Finlandia, dan Colony mengenai penting nya
peran lebah dalam menjaga ekosistem alam.
Selain mengenai pemborosan makanan, festival ini juga akan menyentuh topik industri peternakan
yang ramah lingkungan melalui film: The Day & The Year – peternakan kambing & domba skala kecil
di Austria, dan Cowspiracy mengenai efek industri peternakan sapi terhadap lingkungan dan bagaimana memecahkan masalah tersebut.
Sebelum ditutup penonton juga dapat belajar dari pengalaman seorang warga Amerika yang
meninggalkan kehidupan mewahnya untuk hidup sangat sederhana demi mengurangi dampak
negatif terhadap lingkungan melalui film: The Impact Man.
Dan tentu saja akan ada film yang juga menceritakan industri renewable energi di masa depan
beserta prospeknya melalui film Happening: A Clean Energy Revolution dan ditutup dengan The Human Scale mengenai hasil karya arsitek Denmark dan ahli tata-kota Jan Gehl yang mempunyai visi
dalam merubah lingkungan kota yang penuh dengan kemacetan dan minimum interaksi, menjadi
tempat yang nyaman dihuni dimana penduduknya dapat saling berinteraksi di tempat terbuka.
Setelah setiap film akan ada pembahasan mengenai topik tersebut dengan bintang tamu, dan
pengunjung mendapatkan kesempatan untuk bertanya, berbagi pengalaman, bahkan
menyampaikan pendapat dari sudut pandang berbeda karena acara ini untuk berbagai pengalaman,
saling belajar dan menginspirasi satu sama lain.

Baca Juga:  Membuat Kerajinan Makrame yang Susah-susah Gampang

“Kami berharap dengan festival ini masyarakat Indonesia, terutama Jakarta akan lebih memahami
mengenai masalah lingkungan hidup baik di Jakarta & sekitarnya. Sehingga ini tidak hanya menjadi
pengetahuan, tetapi juga memberikan inspirasi bagi mereka dan bagaimana mereka dapat
berkontribusi dalam kehidupan sehari-hari untuk mengatasi masalah ini bersama. Film adalah media
interaktif yang dapat membuka wawasan kita mengenai banyak hal, semoga festival ini dapat
dilanjutkan setiap tahun dan juga membawa wawasan beserta interaksi & inspirasi untuk kita
semua,” ujar Michael Arief Gunawan, festival director Indonesian Eco Film Festival, saat konferensi pers di GoWork Setiabudi Jakarta Selatan, Rabu, (25/09/2019).

Charlie Coulson – Brand Activation Lead for GoWork mengatakan bahwa “Sebagai salah satu
perusahaan coworking adidaya terkemuka di Indonesia, GoWork dengan misinya ingin
memberdayakan karyawan profesional dan perusahaan untuk menjadi yang terbaik. Salah satunya
dengan cara berkolaborasi dengan Livelife untuk mendukung program Eco Film Festival 2019, dan
memperkenalkan salah satu fasilitas andalan GoWork yaitu event space yang dirancang dengan
stylish, dengan misi mengembangkan ekosistem dan jaringan komunitas millennials hingga bisnis
yang dipercaya bisa menjadi ruang kolaborasi. Peran GoWork disini sangatlah penting dimana
perusahaan-perusahaan yang menjadi pengguna ruang kerja di lebih dari 20 lokasi kami rata-rata
diantaranya adalah millennials, dan kami ingin membantu mengkampanyekannya dengan
membangun awareness untuk semakin lebih peduli terhadap lingkungan hidup di lingkungan kerja
mereka.”

Baca Juga:  Macetnya Jalan Menuju ke Tempat Wisata Negeri di Atas Awan, Gunung Luhur Viral di Medsos

Rosel Lavina – VP Corporate Affairs for Food & Merchant Gojek, turut menambahkan, “Sebagai
penyedia layanan mobile on-demand terdepan di Asia Tenggara, Gojek berkomitmen untuk
memudahkan pelanggan, mitra merchant dan mitra driver untuk menjalani gaya hidup ramah
lingkungan. Melalui inisiatif #GoGreener, GoFood sebelumnya telah meluncurkan fitur pilihan untuk
tidak menyertakan alat makan sekali pakai dalam pemesanan makanan dan menyediakan tas
pengantaran yang dirancang khusus untuk mitra driver. Kali ini, GoFood Festival sebagai jaringan
pujasera UMKM dengan lokasi terbanyak sedunia melanjutkan inisiatif #GoGreener dengan menjadi
salah satu fasilitator sebagai tuan rumah Indonesian Eco Film Festival di GoFood Festival GBK. Kami
berharap dengan pemutaran film-film mengenai lingkungan hidup seperti ini di lokasi GoFood
Festival bisa menginspirasi pengunjung GoFood Festival dan masyarakat yang lebih luas lagi untuk
tergerak dan menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.”

Untuk informasi lebih lanjut silahkan mengunjungi http:// bit.ly/IDEFF dan mendaftar untuk film yang
hendak tonton gratis! Pengujung juga dapat melakukan donasi untuk mendukung festival ini.
(fri)