oleh

Indonesia Akan Makmur Dan Terhubung Berkat Infrastruktur

Wartapembaruan.com — Jakarta — Dalam laporan The Global Competitiveness Report 2018 skor infrastruktur Indonesia berada di level 66,8(skala 0-100) dan berada di peringkat 71 dari 140 negara yang disurvei. Di tingkat ASEAN, Indonesia berada di posisi ke-5, di bawah Thailand dan di atas Vietnam. Skor daya saing infrastruktur Indonesia tersebut terpaut 28,88 poin dari Singapura yang merupakan negara dengan peringkat negara berdaya saing tertinggi di Asia Tenggara maupun di tingkat global.

Di sektor perhubungan menurut studi Frost and Sullivan Indonesia memiliki ongkos kirim termahal di Asia, yakni sebesar 24% dari produk domestik bruto (PDB). Lebih tinggi dari Malaysia yang hanya 15%, Amerika Serikat dan Je pang hanya 10%. Akibatnya barang-barang di Indonesia lebih mahal karena ongkos kirim yang mahal.

Oleh sebab itu pemerintah tidak tinggal diam dan mulai membangun infrastruktur mulai dari jalan raya, jalan tol, bandar udara, pelabuhan dan lain-lain.

Inisiator Indonesia adalah sebuah inisiatif dalam rangka ikut melakukan percepatan menuju Indonesia maju melalui perubahan perilaku, sikap, pola pikir, budaya dan keterampilan generasi muda.Organisasi ini hendak memicu anak-anak muda dari seluruh pelosok Indonesia untuk menjadi inisiator- inisiator perubahan. Aktifitas yang dilakukannya antara lain: diskusi Forum A1 untuk program peningkatan keterampilan generasi muda melalui Festival Terampil dan sebagainya.

Diskusi Forum A1 hari ini diselenggarakan di Menteng Jakarta Pusat, Kamis,(14/11/2019) mengangkat tema, “Makmur dan Terhubung Berkat Infrastruktur”, diskusi Forum A1 ingin menularkan optimisme bahwa kita semua benar-benar akan menjadi Negara Maju pada 2025, sebagaimana visi Presiden Joko Widodo.

Baca Juga:  RS Mayapada Cilandak Kebakaran, Petugas Pastikan Semua Pasien Aman

Menghadirkan nara sumber Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Basuki Hadimuljono Menteri Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Para pembicara memaparkan pencapaian pemerintah periode 2014 — 2019 serta langkah-langkah pemerintah kedepan dalam bidang infrastruktur dan logistik, agar Indonesia benar-benar akan menjadi negara maju. Semoga pembangunan masif dibidang infrastruktur dan perhubungan akan membuat kegiatan ekonomi di Indonesia menjadi makin efisien dan hemat biaya. Diskusi dibuka oleh peneliti Roby Muhamad dan dipandu langsung oleh Ketua Umum Inisiator Indonesia Iwan Setyawan.

” Kabinet kerja saat ini adalah kabinet kerja ‘Tim’ insyaAllah jauh lebih kompak. Tantangan, kerja keras dan optimisme. Meskipun tantangan besar berkat optimisme akan bisa diselesaikan dengan baik. Kerja keras harus fokus agar hasilnya jelas,” ujar Joko Widodo.

” Infrastruktur harus terus dibangun karena sebagai pondasi untuk berkompetisi dengan negara- negara lain. Infrastruktur akan menciptakan lapangan kerja, menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, ada perbaikan jaringan logistik, memberi fasilitas pada produksi. Infrastruktur harus dihubungkan dengan kawasan industri untuk pelayanan publik,” imbuh Jokowi.

“Infrastruktur membangun peradaban seperti budaya antri, budaya disiplin seperti saat mengantri naik MRT. Infrastruktur yntuk keadilan sosial karena dibangun di seluruh pelosok negeri 17 ribu pulau bisa terhubung.” Saya yakin 10 hingga 15 tahun mendatang kita mendapatkan SDM yang lebih baik dan profesional dari generasi muda sekarang yang sudah terlatih dan mengenyam pendidikan, kita memperoleh SDM yang bermutu sehingga lebih memajukan Indonesia. Harus ada pemerataan karena saat ini 56% penduduk Indonesia bermukim di pulau Jawa. Perlu pemindahan Ibu kota ke Kalimantan agar ada peradaban baru karena Ibu kota baru akan ditata lebih indah dan lebih teratur. Kalimantan dipilih karena lebih aman dari bencana misalnya tsunami, banjir dan longsor. Kita menginginkan kota yang complecity dan smartcity. Ada transportasi publik yang aman dan nyaman juga akan dipakai bahan bakar yang bebas emisi. Kita harus mempersiapkan talent kita yang handal maupun talent global akan ada Indonesia baru serta peradaban baru. Tahun ini target pembangunan jalan tol sekitar 2500 km untuk 5 tahun kedepan. Kita mengejar pembangunan infrastruktur untuk mengejar ketinggalan dari negara lain. Kalau infrastruktur baik ekonomi akan tumbuh dengan sendirinya. Kami telah membangun dan merenovasi sebanyak 50 bandara. Infrastruktur akan dibangun secepatnya, meningkatkan mutu SDM, meningkatkan informasi dan teknologi membuat Indonesia bisa lepas landas dan maju setara negara lain,” pungkas Jokowi.
(fri)