Gubernur Sulsel akan Bantu Rekonstruksi Rumah Warganya di Wamena

Jakarta, Wartapembaruan.com -Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah akan membantu rekonstruksi rumah warganya di Wamena yang menjadi korban kerusuhan. Tapi Nurdin meminta jaminan keamanan bagi warga.
"Itu (membangun rumah warga) kita akan hadir, pemerintah Sulawesi Selatan hadir. Kemarin kita sudah bantu sementara Rp 1 miliar, nanti juga dilihat, kalau ada yang mau rekonstruksi kembali ya sudah kita (bantu). Tapi pastikan keamanan terjamin," kata Nurdin usai menjemput korban kerusuhan Wamena di Lanud Hasanuddin, Maros Rabu (2/10).
Nurdin mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Papua untuk mendata korban dari Sulsel.
"Pasti pemerintah hadir untuk mengurus warganya" paparnya.
Nurdin juga memastikan akan mengurus korban pengungsi yang tidak ingin kembali ke Wamena. Menurutnya ada sejumlah pengungsi yang trauma kembali ke Wamena.
"Ya mereka sudah tidak mau balik lagi, ya trauma, dia bilang sekeluarga sudah putuskan untuk tidak kembali lagi. Jadi ada yang seperti itu. Jadi saya sih yakin mereka sudah turun temurun di sana, ya tentunya hubungan keakraban kekeluargaan itu terjalin semuanya," paparnya.
Menurut Nurdin, untuk sementara waktu para pengungsi dari Wamena akan ditampung di Asrama Haji hingga kondisinya stabil. Sulsel sebagai pintu masuk Indonesia Timur siap menampung pengungsi Wamena yang singgah di Sulsel.
"Kita tampung semua, kita punya pengalaman waktu gempa di Sulawesi Tengah, di Palu, 15.000 pengungsi kita tangani dengan baik termasuk kesiapan rumah sakit, Asrama Haji. Jadi saya kira di sana tidak ada masalah. Kita tidak membeda-bedakan orang Sulsel atau bukan," imbuhnya.
Salat Gaib
Sementara itu, Forum Awak Minang (FAM) melakukan salat gaib di Taman Pandang Istana, Jakarta. Mereka mendoakan warga Sumatera Barat (Sumbar) yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua.
Ada sekitar 20 orang yang salat gaib sekitar pukul 12.58 WIB, Rabu. Setelahnya, mereka duduk bersama, berdiskusi mengenai kondisi warga Sumbar di Wamena.
"Gerakan ini adalah gerakan kita bersama. Insyaallah gerakan ini bukan hanya sampai di sini saja," kata Koordinator Aksi FAM, Firdaus Nuzula, di Taman Pandang Istana.
Firdaus menyesalkan adanya warga Sumbar yang menjadi korban di Wamena. Padahal warga Sumbar menurutnya hidup baik di Wamena sebelum kerusuhan terjadi pada 23 September.
"Kami meminta agar pemerintah Indonesia mewujudkan kedamaian, ketenangan dan perlakuan adil terhadap para pelanggar hukum dan penghilang nyawa masyarakat yang tidak bersalah," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya 10 warga Sumbar meninggal dalam kerusuhan di Wamena. Delapan jenazah dipulangkan ke kampung halaman, dua jenazah dimakamkan di Papua. (detikcom/RS)
Penulis:

Baca Juga