Golkar vs Gerindra Berebut Kursi Ketua MPR, PDIP Dukung Siapa ?

Jakarta, Wartapembaruan.com -PDIP masih menunggu perintah Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum terkait arah dukungan untuk jabatan Ketua MPR. Politikus PDIP Trimedya Panjaitan menilai dua partai yang mengincar jabatan Ketua MPR, Golkar dan Gerindra sama-sama memiliki sisi positif yang dapat dijadikan bahan pertimbangan Megawati.
Ketum Golkar Airlangga Hartarto diketahui menunjuk Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai calon Ketua MPR. Sedangkan Ketum Gerindra Prabowo Subianto menunjuk Ahmad Muzani.
"(Megawati) dekat dengan Pak Prabowo, dekat juga dengan Pak Airlangga kan dan juga dekat Pak Bamsoet. Jadi kalau semuanya itu bisa aja Pak Muzani, Pak Bamsoet, tergantung menit-menit terakhirnya," kata Trimedya kepada wartawan, di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10).
Trimedya menilai, Bamsoet dan Muzani sama-sama memiliki kompetensi untuk menduduki jabatan Ketua MPR. Namun, soal kedekatan dengan Megawati, dia menyebut Prabowo pernah menjadi Cawapres Megawati.
"Nah itu nanti gongnya bagaimana perintah ibu (Megawati) lah. Dua itu memang nama yang capable dan jam terbangnya sudah ok," ujar Trimedya.
"Di antara dua yang itu (Gerindra dan Golkar) kan ada plus minusnya. Kalau Golkar masuk di dalam koalisi, kalau Gerindra kan ada hubungan khusus dengan Pak Prabowo. Bukan sekedar nasi goreng, tapi pernah jadi wakil presidennya ibu (Megawati)," imbuhnya.
Trimedya tak menampik sudah ada lobi-lobi baik dengan Gerindra maupun Golkar. Tapi, yang terpenting menurut Trimedya, harus ada harmonisasi antar partai di MPR.
"Nah mana yang paling bagus tujuannya yang mana, biar negara ini harmoni. Saya rasa tujuannya ke sana. Pada saat inilah, kalau keduanya melakukan pendekatan seperti yang saya bilang tadi, pasti lah," sebut Trimedya.
Digelar Hari Ini
Sementara itu, sidang paripurna MPR telah menyepakati agenda pemilihan pimpinan MPR digelar hari ini. Proses musyawarah dan usulan dari fraksi-fraksi terkait pimpinan MPR akan dimulai pukul 19.00 WIB.
"Besok kan rencana jam 19.00 WIB malam, ada paripurna. Kan proses itu dulu, ada usulan dari fraksi-fraksi. Ya prosesnya di situ jadi satu nanti. Mulai jam 19.00 WIB malam, nanti panjang lah kalau mau musyawarah-musyawarah," kata Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono saat dihubungi, Rabu (2/10).
Semua fraksi di MPR, yang terdiri atas sembilan fraksi DPR dan satu fraksi DPD, akan menyampaikan usulan pimpinan MPR dari fraksi-fraksi masing-masing yang kemudian akan dimusyawarahkan. Jika seluruh prosesnya selesai, pimpinan MPR akan dilantik malam itu juga.
"Ya kalau selesai, bisa dilantik, malam itu juga. Rencananya begitu," ujar Ma'ruf.
Sedianya kemarin dijadwalkan ada rapat gabungan pimpinan sementara MPR bersama perwakilan fraksi-fraksi untuk membahas persiapan pemilihan pimpinan MPR. Namun rapat itu juga akan dilaksanakan hari ini untuk memberikan kesempatan kelompok DPD menentukan nama yang diwakilkan untuk MPR.
"Hari ini nggak ada, paripurnanya baru mulai malam. Tapi pagi-pagi jam 10.00 WIB ada rapat gabungan. Rapat gabungan pimpinan sementara dengan pimpinan fraksi dan kelompok DPD," jelas Ma'ruf.
"Rapat gabungan kan fraksinya udah terbentuk. Setelah itu baru rapat paripurna malam. Terserah mereka menggunakan waktunya sampai sore untuk apa, kan itu biasa dalam proses ya musyawarah dan lain-lain," lanjut dia.
Sebelumnya, pimpinan sementara Abdul Wahab Dalimunthe lalu membacakan agenda sidang paripurna hari ini. Persiapan pemilihan pimpinan hingga penetapan Ketua dan Wakil Ketua MPR akan digelar hari ini.
"Kemudian pada Kamis, tanggal 3 Oktober 2019, agenda acara adalah rapat gabungan pimpinan sementara MPR dengan pimpinan fraksi-fraksi dengan kelompok DPD untuk membahas persiapan pemilihan pimpinan MPR," ucap Abdul.
"Batas waktu dan mekanisme pengusulan nama bakal calon pimpinan MPR dari masing-masing fraksi dan kelompok DPD, musyawarah untuk menetapkan Ketua dan Wakil Ketua MPR, dan sidang paripurna MPR dengan agenda penyampaian bakal calon pimpinan MPR dari masing-masing fraksi dan kelompok DPD," lanjutnya.
Sebanyak 9 fraksi dan DPD akan mengirimkan perwakilan untuk menjadi pimpinan MPR. Pemilihan Ketua MPR diupayakan secara musyawarah mufakat dan bila tidak tercapai kesepakatan, barulah dilakukan voting. Saat ini, ada dua nama yang muncul sebagai kandidat Ketua MPR yaitu Bambang Soesatyo dari Golkar dan Ahmad Muzani dari Gerindra.
Lobi-lobi antarfraksi pun telah dilakukan untuk memuluskan langkah menuju MPR-1. Muzani bahkan meminta Bamsoet mengalah untuk mencapai konsensus Ketua MPR.
"Nanti mudah-mudahan Bamsoet nanti mengalah untuk konsensus, ya wis Gerindra saja. Ya alhamdulillah, itu selesai. Namanya MPR, Majelis Permusyawaratan Rakyat. Jadi permusyawaratan diutamakan, begitu," ujar Muzani. (detikcom)
Penulis:

Baca Juga