Fenomena Hoax, Ancaman Bagi Kemajuan Bangsa

Foto : Rudolf Simbolon

Wartapembaruan.com --Informasi atau berita Hoax mengancam upaya menuju kemajuan bangsa di tengah persaingan global, menurut kepolisian fenomena yang terjadi di Papua beberapa waktu lalu, cukup besar ditenggarai oleh Hoax yang secara masif disebarkan kelompok separatis.

Fenomena hoax tersebut salah satunya berdampak terhadap berbagai kericuhan yang terjadi di bumi cenderawasih.

Fenomena semacam ini tidak hanya terjadi di Indonesia, di negara seperti Amerika Serikat dan Brasil, juga menghadapi peredaran Hoax dalam bahkan dalam kontestasi politik mereka, usaha dan perjuangan untuk memberantas Hoax jangan sampai berhenti ditengah jalan.

Kita semua memahami bahwa pelaku industri Hoaks juga sangat menyadari bahwa informasi bohong disertai data abal-abal bisa menjadi sarana ampuh untuk menciptakan persepsi publik. Tujuannya tentu saja meraih dukungan dan suara dalam kontestasi politik.

Akan tetapi dalam suasana politik seperti saat ini, arus Hoax yang kian deras mengalir di media sosial justru berpotensi mempertajam polarisasi dan pembelahan dalam masyarakat alias berpotensi membelah warga secara ekstrim berdasarkan pilihan politik. Dengan begitu, Hoax yang terus-menerus diproduksi di media sosial akhirnya berpotensi pula merongrong keutuhan bangsa. Inilah ujung permainan kebohongan yang mesti kita takutkan.

Mengenang kembali kejadian tragis Terkait Hoax di Papua, diduga kuat dikemukakan kelompok separatis guna mereduksi berbagai capaian Presiden Jokowi membangun Tanah Papua. Perhatian khusus Presiden Jokowi menjadikan Papua sebagai prioritas pembangunan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak dan dirasakan nyata manfaatnya oleh masyarakat.

Pada hakikatnya kelompok separatis tidak menginginkan hal tersebut, sehingga menyebarkan Hoax dan provokasi guna menghambat pembangunan, menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat sehingga memudahkan mereka untuk melancarkan misi separatisme.

Peran media massa merupakan salah satu pilar keempat bagi terwujudnya demokrasi dan kehidupan yang harmonis di Indonesia. Mereka (media-red) memiliki tanggungjawab sangat besar dalam menindak penyebaran berita Hoax. Artinya instrumen itulah yang mudah dan efektif untuk melawan atau menumbuhkan Hoax.

Sudah saatnya pemerintah untuk tegas menyatukan gerakan para pengelola media untuk menjadi ujung tombak melawan berita negatif ini. Apalagi masyarakat yang pendidikannya sangat rendah hingga tidak berpendidikan. Berita-berita yang tidak benar akan dimakan dan ditelan mentah-mentah oleh mereka.

Fenomena Hoax adalah sebuah kenyataan sejarah. Keberadaannya sering kali merusak keharmonisan kehidupan bermasyarakat. Karena itu, fenomena Hoax ditempatkan dalam ketegangan antara idealisme bermedia dan etika bermedia. Media komunikasi massa,baik media cetak maupun media daring selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman serta kemajuan teknologi.

Peran media dalam penyebaran suatu berita akan sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat dan kondisi sosial ekonomi di suatu wilayah.

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk sebuah media dalam menyebarkan fakta atau kebenaran dalam berita yang akan disebarluaskan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia tidak menggunakan kata Hoax, tetapi dia menggunakan kata-kata yang dekat dengan pengertian Hoax di atas, yaitu: berita rekaan yang dibuat untuk tujuan tertentu; atau sensasi yang terlalu dibesarkan untuk menarik perhatian masyarakat.

Penulis : Rudolf Simbolon

Penulis:

Baca Juga