Empat Tahun Beruntun Mahaka Radio Integra Konsisten Bagikan Deviden dan Royalty Musik

Jakarta, WP.com – MARI (PT Mahaka Radio Integra Tbk “Perseroan”), selama empat tahun berturut turut  konsisten membagikan Dividen. Hal itu diungkapkan oleh Adrian Syarkawie selaku President Director PT Mahaka Radio Integra Tbk. Dalam Rapat Umum Pemegang saham (RUPS) yang digelar di Hotel Pullman Jakarta pada  Rabu 19 Juni 2019.

Dalam rapat tersebut MARI juga  telah   menetapkan untuk membagikan dividen sebesar Rp 1,35 / lembar saham. Dividen tersebut merupakan 20% dari laba Perseroan untuk tahun 2018 atau sebesar Rp 7 Milyar.

“MARI secara konsisten dapat meningkatkan revenue dari tahun ke tahun. Tahun 2018 MARI melalui ketujuh radionya berhasil mencapai net revenue sebesar Rp 145,2 Miliar.” jelas Adrian Syarkawie di jakarta 19/6/18.

Selain itu Adrian juga menyampaikan bahwa dalam usahanya untuk memperkuat dan memperbesar industri musik dan entertainment lokal serta mendukung perusahaan lokal, MARI selalu berkolaborasi dengan mitra kerja yang memiliki visi dan misi yang sejalan.

Oleh karena itu, MARI menggandeng PT Quatro Kreasi Indonesia yang merupakan perusahaan patungan dari label rekaman Musica, Aquarius Musikindo, My Music dan Trinity untuk mendirikan PT Mahaka Radio Digital yang akan mengoperasikan NOICE. NOICE sendiri merupakan sebuah aplikasi yang menyediakan layanan streaming radio dan podcast.

“Tim kami terus berinovasi, saat ini kami juga sedang melakukan penyempurnaan teknologi streaming musik yang akan diluncurkan bersamaan dengan launching NOICE 2.0 pada Q4 2019 nanti”. Tepat menjelang bulan Ramadhan tahun ini, MARI juga meluncurkan sebuah channel religi yang dinamakan RAYYA Channel dalam aplikasi NOICE. RAYYA Channel diharapkan dapat membawa nuansa baru dan memberikan experience yang berbeda ” tambah Syarkawi lebih lanjut.

Baca Juga:  Derita Masyarakat Bireuen, Saat Janji Pemkab Bak Gula Tak terealisasi

Masih kata Syarkawie, “Channel ini merupakan salah satu produk inovasi dari grup MARI yang telah berkecimpung di dunia siaran radio sejak awal tahun 2000. Tak hanya itu, NOICE mendorong user untuk berdiskusi dan berinteraksi dengan positif dalam fitur chat room yang tersedia di seluruh konten di dalamnya”, terangnya.

Ketika ditanya oleh Editornews tentang pembayaran royalty terhadap para pemilik hak cipta seperti royalty musik kepada pencipta lagu, musisi dan lain lain Syarkawi menjelaskan bahwa mereka rutin membayar Royalty.

” Kami rutin membayarkan royalty kepada para pemilik hak cipta dan hak terkait, kalau besarnya atau jumlahnya berapa saya kurang paham, karena itu ada yang itung sendiri. Jadi ketujuh radio dibawah MARI yaitu JAK 101 FM, Gen 98 FM Jakarta, Gen 103.1 FM Surabaya, HOT 93.2 FM Kis 95 FM, Mustang 88 FM, dan MOS Radio 105.8FM ini taat membayar royalty”, tutup Syarkawie.

NOICE juga membuka pintu sebesar-besarnya untuk dapat bekerjasama dengan konten kreator local. Beberapa kerjasama yang sudah berjalan diantaranya dengan Mizter Popo, kreator dari seri HOROR “Do You See What I See” dan juga kerjasama dengan Awwe & Randhika Djamil, para standup comedian yang menjadi creator dari “BERIZIK!”.

Eric Tohir Pimpin Langsung RUPS

Dalam RUPS Tahunan ini  dipimpin langsung oleh Erick Thohir selaku Komisaris Utama. Selain itu dihadiri pula  oleh Komisaris Independen Krisna Wijaya dan juga jajaran Direksi yaitu Adrian Syarkawie (Direktur Utama) dan Natalina Sindhikara (Direktur & Sekretaris Perusahaan) sebagai pembicara ini berhasil mengesyahkan  seluruh agendanya yaitu;

  1. Agenda Pertama Persetujuan dan Pengesahan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, termasuk di dalamnya Laporan Kegiatan Perseroan, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan memberikan pembebasan (acquit et decharge) kepada Direksi dan Komisaris dari tanggung jawab atas tindakan-tindakan dan pengawasan yang dilakukan selama tahun buku yang bersangkutan.
  2. Agenda Kedua Penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, termasuk rencana pembagian dividen.
  3. Agenda Ketiga Menetapkan dan menunjuk Akuntan Publik yang akan melakukan pemeriksaan laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, dan pemberian wewenang kepada Direksi Perseroan untuk menetapkan jumlah honorarium Akuntan Publik tersebut serta persyaratan lain sehubungan dengan penunjukannya.
    1. Agenda Keempat Persetujuan untuk memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris dan Komite Nominasi dan Remunerasi untuk menentukan gaji dan tunjangan Direksi dan Komisaris untuk tahun 2019.
    2. Agenda Kelima Perubahan susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan. VI. Agenda Keenam Persetujuan atas penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2017./Irish
Baca Juga:  Kereta Hidrogen Pertama Asia akan Meluncur di Indonesia