Efendri Alie Ajak Barisan Relawan Kebakaran Sinergi Cegah Karhutla

Bintan, WPcom - Kebakaran Hutan dan lahan merupakan bencana alam yang terjadi karena kesengajaan maupun tidak kesengajaan, Karhutla terjadi atau timbul karena berbagai faktor, sehingga dapat merusak ekosistem pencemaran udara. Karhutla memerlukan penanganan yang serius sehingga perlu kiranya Pemerintah dan masyarakat untuk dapat bersama-sama bersinergi dalam mencegah Karhutla.

Salah satu bentuk pencegahan adalah dengan melakukan sosialisasi, himbauan, baik media masa maupun elektronik serta kepedulian bersamaan,

Demikian disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie saat menjadi Narasumber diacara pelatihan dan pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan bahaya kebakaran.

Acara dengan tema
meningkatkan partisipasi masyarakat dalam rangka mengatasi ancaman kebakaran lahan yang dilaksanakan oleh Satpol-PP dan Penanggulangan Kebakaran Kota Tanjungpinang di ikuti sekitar 180 peserta Barisan Relawan Kebakaran (Balakar) Kota Tanjungpinang yang dibentuk di 16 Kelurahan se Kota Tanjungpinang di Hotel Bintan Plaza, Senin (16/09/2019)

"Mudah-mudahan dengan terbentuknya relawan Balakar ini, peristiwa kebakaran lahan di Kota Tanjungpinang tidak kembali terjadi,"Ungkap Alie

Ia juga meminta kepada relawan Balakar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat di masing-masing lingkungan, untuk tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar sehingga mengakibatkan polusi udara dan merembet ke lahan-lahan warga lainnya

"Relawan ini harus bersama-sama berada di garda terdepan dalam melakukan upaya-upaya pencegahan, seperti tidak sembarang melakukan pembakaran, jangan membuang putung rokok disembarang tempat, terutama lokasi yang rawan kebakaran dan jangan membuka lahan dengan cara pembakar Hutan."Ungkapnya

Selama ini pihak Polres Tanjungpinang dibawah komando AKBP Ucok Lasdin Silalahi, pihaknya telah membentuk tim Satgas Karhutla

"Kita Polres Tanjungpinang telah membentuk Satgas Karhutla, bahkan seluruh Bhabinkamtibmas selalu gencar melakukan sosialisasi."Ungkapnya

Saat ini, sebagai langkah kongkrit Polres Tanjungpinang telah melakukan modifikasi mobil Patroli untuk dijadikan mobil Pemadam Kebakaran, sehingga dengan terbentuknya relawan Balakar ini, kita semua bersama-sama, kata Alie

Berdasarkan UU nomor 41 tahun 1999 pelaku pembakaran lahan maupun hutan yang menimbulkan polusi udara, dapat dikenakan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda 5 Mulya

"Saat ini Polres Tanjungpinang Tengah menangani dua kasus tindak pidana akibat Karhutla, oleh karena itu mari kita sadarkan tetangga-tetangga dan sahabat-sahabat kita, agar tidak melakukan hal serupa."pesan Alie.(Suaib)

Penulis:

Baca Juga