Dorong Perempuan Jadi Ketua MPR, NasDem Usul Nama Lestari Moerdijat

Sekjen NasDem Johnny G Plate
Jakarta, Wartapembaruan.com -Partai NasDem mendorong kader perempuan mereka untuk menduduki kursi pimpinan MPR. NasDem bakal mengajukan nama Lestari Moerdijat atau Ririe untuk mengisi jabatan tersebut.
"NasDem ada Mbak Lestari Moerdijat," kata Sekjen NasDem Johnny G Plate kepada wartawan, Sabtu (28/9).
Johnny mengatakan NasDem mengapresiasi terpilihnya kader perempuan hingga sebanyak 32 persen dalam Pileg 2019. Menurut dia, penunjukan perempuan untuk mengisi kursi pimpinan MPR itu sebagai apresiasi terhadap konstituen yang telah memberikan suara kepada kader perempuan.
"NasDem memberikan apresiasi kepada pemilih yang sudah memilih anggota MPR dari NasDem. Perempuannya sebanyak 32 persen lebih. Kami memberikan kader perempuan dan para konstituen," tuturnya.
Kendati demikian, ia mengatakan NasDem juga tidak melupakan kriteria kemampuan serta rekam jejak calon. Johnny menyebut mereka yang dicalonkan sebagai pimpinan MPR merupakan sosok terbaik dari yang terbaik. Selanjutnya, Johnny berharap pemilihan Ketua MPR disepakati melalui musyawarah mufakat.
"Berpihak pada gender, tapi tetap memperhatikan kompetensi dan kapasitasnya," ujar Johnny.
"Prinsipnya kami menginginkan lewat musyarawah. Karena itu semangat revisinya. Kalau ntar ada deadlock, berarti revisinya nggak konsisten. Tiap fraksi pasti punya preferensi (jadi Ketua MPR). Tapi kami mendukung calon yang punya kriteria-kriteria rekam jejak baik, tokoh yang memahami konsensus kebangsaan, dan melaksanakannya dengan baik serta berpengalaman di DPR/MPR. Terbaik dari yang terbaik, primus inter pares," imbuhnya.
Lewat sidang paripurna akhir masa jabatan yang digelar Jumat (28/9), MPR telah mengesahkan tata tertib (tatib) pemilihan pimpinan berdasarkan revisi UU MD3. Perubahan jumlah pimpinan MPR dari delapan menjadi 10 sebelumnya telah disepakati dalam rapat gabungan seluruh fraksi dan unsur DPD.
"Perlu kami sampaikan, bahwa dalam rapat gabungan seluruh Fraksi dan kelompok DPD telah menyepakati Rancangan Perubahan Tata Tertib dan Rancangan Rekomendasi MPR Masa Jabatan 2014-2019. Tatib perubahannya dari delapan menjadi 10," kata Ketua MPR Zulkifli Hasan di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/9).
Aturan soal 10 pimpinan MPR tertuang dalam pasal 19 Peraturan MPR RI tentang Tata Tertib MPR RI. Berikut ini bunyinya:
Pasal 19
(1) Pimpinan MPR berjumlah 10 (sepuluh) orang, yang terdiri dari 1 (satu) orang ketua dan 9 (sembilan) orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota MPR.
(2) Bakal calon Pimpinan MPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diusulkan oleh Fraksi dan/atau Kelompok DPD yang disampaikan dalam Sidang Paripurna.
(3) Tiap Fraksi dan/atau Kelompok DPD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hanya dapat mengajukan 1 (satu) orang bakal calon Pimpinan MPR. (detikcom)
Penulis:

Baca Juga