Dinilai Banyak Masalah HMI Desak BPK Audit Bank BTN

Wpcom, Jakarta – Polemik dalam tubuh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menuai perhatian masyarakat, salah satunya dari Direktur Eksekutif Badan Koordinasi Nasional Lembaga Ekonomi Himpunan Mahasiswa Islam (Bakornas LEMI PB HMI) Arven Marta.

“Ada kejanggalan dalam tubuh BTN. Indikasi tersebut bermula dari penolakan Suprajarto yang ditunjuk sebagai Direktur Utama BTN melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN.
Suprajarto mengatakan alasan nya mundur karena tidak ada kordinasi dengan dirinya,” ujar Arven kepada wartawan saat ditemui di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/9).

Arven menilai masalah ini tidak hanya sebatas persoalan kordinasi, tapi lebih daripada itu.

Baca Juga:  Alumni Timur Tengah Nilai Iqbal Djalil Sosok yang Visioner

“Seperti yang kita ketahui bersama, setelah kasus tersebut mencuat, muncul lagi kasus korupsi pembobolan dana nasabah BTN dengan nilai mencapai 250 Milyar yang di duga dilakukan oleh Yossi Istanto, Direktur Legal BTN yang saat ini sedang di tangani oleh Bareskrim Polri,” tegas Arven.

Ia menyarankan semua pihak berwenang agar membedah laporan keuangan BTN, karena di nilai arven sudah tidak sehat karena peningkatan kredit macet sangat signifikan, total kredit yang bermasalah mencapai 8,3 Triliun. Tidak tertutup kemungkinan Direktur Utama BTN (maryono) juga terlibat.

“Ini adalah persoalan serius yang musti di benahi. Saya meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar lebih mengoptimalkan fungsi dan perannya dan juga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). kasihan nasabah. Sudah menabung di Bank pelat merah, malah di ambil uangnya dengan berbagai cara,” geramnya.

Baca Juga:  Melalui Senam Bersama Pemkab Lebak Kampanyekan Hidup Sehat

Melihat kondisi carut marut di dunia perbankan tersebut, untuk kedepannya, Arven berpesan, sebagai perusahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi pilar Ekonomi Negara, Harus dikelola dengan baik, diisi oleh orang yang berkompeten di bidang nya, jangan berdasarkan titipan saja. Kalau ini tidak di indahkan, bisa rusak perekonomian negara ini,” tutup Arven.
(Fauzaki)