Dijanjikan Dapat Bayaran Usai Demo, Puluhan Pelajar Diamankan Polres Metro Jakut

Apa yang disampaikan oleh Kapolrses tersebut diamini oleh salah seorang yang telah diamankan polisi. Sebut saja inisial RH Warga asal Suka Pura Cilincing ini saat ditanyai wartawan mengaku, ia diajak melalui media sosial facebook oleh orang yang tidak ia kenal dan akan mendapat bayaran. "Dijanjikan akan dapat uang Rp 40 ribu, dikasihnya nanti kalau sudah disana (DPR)," ungkapnya.

Wartapembaruan.com, Jakarta - Puluhan pelajar setingkat SMA dan SMP diamankan pihak Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara, pada Senin (30-09-2019). Para pelajar ini diamankan polisi saat hendak menuju Kantor DPR RI di Senayan Jakarta Pusat, untuk melakukan unjuk rasa (unras) atau demo.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budi Herdi SIK, MSI, mengatakan, para pelajar yang diamankan dari sejumlah lokasi seperti Cilincing dan Koja ini bermula saat itu anggota sedang melakukan patroli. Saat itu mendapati sejumlah pelajar sedang berkumpul untuk berangkat ke DPR. Sehingga dilakukan penindakan.

"Saat patroli dan menjaga lokasi pada siang hari mendapati pelajar berkumpul untuk berangkat demo, sehingga dilakukan pendindakan, sempat kejar-kejaran dengan petugas," ujar Kapolres dihadapan wartawan, di halaman Mapolres Metro Jakarta Utara.

Yang membuat miris adalah, para pelajar ini dihasut dan diprovokasi oleh oknum yang belum diketahui identitasnya, melalui media sosial Facebook. Dari hasil pemeriksaan sementara oleh polisi, para pelajar tersebut dijanjikan akan diberikan uang senilai 40 ribu hingga 25 ribu Rupiah. Uang tersebut akan mereka terima di lokasi atau setelah melakukan unjuk rasa.

Apa yang disampaikan oleh Kapolrses tersebut diamini oleh salah seorang yang telah diamankan polisi. Sebut saja inisial RH Warga asal Suka Pura Cilincing ini saat ditanyai wartawan mengaku, ia diajak melalui media sosial facebook oleh orang yang tidak ia kenal dan akan mendapat bayaran. "Dijanjikan akan dapat uang Rp 40 ribu, dikasihnya nanti kalau sudah disana (DPR)," ungkapnya.

Para pelajar sebayak kurang lebih dari 35 orang yang diamankan petugas itu sedikitnya 4 orang bukanlah pelajar. Namun mereka menyatu dengan pelajar lainnya dengan mengenakan celana SMA. Saat ditanya wartawan, yang bersangkutan mengaku bahwa kalau celana SMA yang ia pakai tersebut didapat dari dengan meminjam.

Sementara para pelajar lainnya, mereka kebanyakan tidak tahu menahu apa yang akan mereka demo. Seperti kata Kapolres mereka para pelajar tersebut hanya ikut karena ajakan dan sesama teman saja. "Yang kita amankan ada pelajar dan bukan pelajar," ungkap mantan yang pernah bertugas sebagai penyidik di KPK itu.

Sementara itu, siapa dalang dibalik kegiatan yang menghasut dan memprovokasi pelajar tersebut untuk melakukan unjukrasa, pihak Kepolisian masih melakukan pendalaman dan pengusutan. Begitu juga dengan para pelajar yang diamankan, pihak kepolisian telah melakukan pendataan dan berencana akan memanggil orangtua maupun dari pihak sekolah para pelajar tersebut.

Diberitakan juga sebelumnnya, beberapa hari lalu Polres Metro Jakarta Utara telah mengamanakan ratusan pelajar yang hendak akan melakukan unjukrasa ke Gedung DPR RI. Hal yang sama pun ditemui oleh petugas, dimana para pelajar tersebut kebanyak tidak tahu apa yang akan mereka demo. Dan mereka mengaku dikerahkan melalui media sosial oleh orang yang tidak dikenal dan dijanjikan akan mendapat bayaran.

Penulis:

Baca Juga