oleh

Bahas Apa? Raja Salman Bertemu Direktur CIA

Riyadh, Wartapembaruan.com – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, menjamu Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA), Gina Haspel, yang sedang berkunjung ke Riyadh. Pertemuan keduanya digelar setelah pengadilan AS mengumumkan dakwaan spionase terhadap tiga orang, termasuk dua warga Saudi.

Seperti dilansir AFP, Jumat (8/11/2019), kantor berita Saudi Press Agency (SPA) melaporkan pertemuan itu digelar di Riyadh pada Kamis (7/11) waktu setempat.

Pertemuan juga dihadiri sejumlah pejabat Saudi termasuk Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan dan kepala intelijen Saudi, Khalid al-Humaidan.

Dalam pertemuan itu, sebut SPA, Raja Salman dan Haspel ‘membahas sejumlah topik yang menjadi kepentingan bersama’. Tidak dijelaskan lebih lanjut topik-topik tersebut.

Namun diketahui bahwa kunjungan Haspel ini dilakukan setelah pengadilan AS mengumumkan dakwaan pidana terhadap tiga orang yang dituduh memata-matai para pengguna Twitter yang kerap mengkritik keluarga Kerajaan Saudi.

Baca Juga:  Sekjen PBB Apresiasi Peran Indonesia di Dewan Keamanan PBB

Tiga terdakwa yang terdiri dari dua warga Saudi dan satu warga AS itu diidentifikasi bernama Ali Alzabarah (35), Ahmad Abouammo (41) dan Ahmed Almutairi (30). Abouammo yang merupakan warga AS telah ditangkap di Seattle, Washington pada Selasa (5/11) waktu setempat.

Sementara Alzabarah dan Almutairi yang merupakan warga Saudi masih diburu dan diyakini kabur ke Saudi.

Menanggapi kasus tersebut, seorang pejabat senior Saudi yang enggan disebut namanya menyatakan pihak Kerajaan Saudi belum memeriksa dakwaan pidana yang diumumkan AS.

“Tapi yang bisa saya beritahukan kepada Anda adalah kami mengharapkan semua warga negara kami untuk mematuhi aturan hukum di negara-negara yang mereka tinggali,” ucap pejabat senior Saudi itu kepada wartawan di Washington.

Oleh pengadilan AS, ketiga terdakwa dituduh bekerja sama untuk membuka detail pemilik akun-akun yang dianggap membangkang terhadap pemerintah Saudi. Praktik ini disebut dilakukan ketiganya atas nama pemerintah Saudi dan keluarga Kerjaan Saudi. Dua terdakwa, Alzabarah dan Abouammo, diketahui merupakan mantan pegawai Twitter.

Baca Juga:  Menag RI Bertemu Paus Fransiskus di Audiensi Umum Vatikan

Dokumen pengadilan AS menyebut ketiga terdakwa diarahkan seorang pejabat Saudi yang tidak disebut namanya, yang bekerja untuk seseorang yang disebut jaksa AS sebagai ‘Royal Family Member-1’. The Washington Post menyebut ‘Royal Family Member-1’ sebagai Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Kasus spionase ini mencuat saat hubungan AS dan Saudi, yang bersekutu dekat, menjadi tegang akibat kasus pembunuhan brutal wartawan Jamal Khashoggi. Khashoggi yang dikenal sebagai pengkritik Putra Mahkota Saudi itu dibunuh dan dimutilasi agen Saudi di dalam gedung konsulat di Istanbul, Turki.

CIA dalam laporannya menyimpulkan bahwa MBS terkait erat dengan pembunuhan Khashoggi. Kesimpulan itu disangkal oleh otoritas Saudi.