Anak Dan Perempuan, PMII Lebak Gelar Aksi Unjuk Rasa

LEBAK, WPcom -Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lebak melakukan aksi unjuk rasa di depan pendopo Pemkab Lebak, Senin (2/9/2019).

Dalam aksinya,PMII menyatakan bahwa Kabupaten Lebak sedang mengalami darurat Perlindungan Perempuan.

Dalam orasinya Korp PMII Putri (Korpri) Dian, bahwa Kabupaten Lebak yang dinyatakan sebagai Kota Layak Anak (KLA) oleh Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak perlu dipertanyakan ulang. Lantaran fakta di lapangan berbicara lain, masih banyak ditemukan kasus-kasus kekerasan yang dialami anak dan perempuan.

“Kita menanyakan KLA yang disandang Kabupaten Lebak Karena, masih banyak kasus kekerasan yang dialami anak dan perempuan di Lebak ini.seperti kasus terakhir perempuan usia 13 tahun warga Baduy yang ditemukan tewas mengenaskan. Dan satu Iagi konflik horizontal antara masyarakat setempat dan masyarakat suku Baduy,” ujar Dian dalam orasinya.

Tentunya, kata Dian, pemerintah harus merespon Iebih tanggap dalam menyelesaikan perkara ini. Selain itu, pemerintah juga harus mengevaluasi dinas-dinas terkait yang mendapatkan tugas dalam menangani soal pemberdayaan dan perlindungan bagi kaum perempuan di Kabupaten Lebak.

Koperasi Di Lebak Harus Bertransformasi Dalam Menghadapi Industri 4.0,
Kapolres Lebak : Warga Kanekes Di Duga Menjadi Korban Pembunuhan Dan Pemerkosaan
Agus Wisas Apresiasi Penetapan Dindin Sebagai Ketua DPRD Lebak.

“Kami meminta pemerintah Iebih serius dalam menangani kasus perempuan, pemerintah wajib mengevaluasi dinas terkait, tegakkan UU No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak serta kita juga mempertanyakan kedudukan piagam penghargaan KLA yang disandang Kabupaten Lebak ini,” tuturnya(, Abdul)

Penulis:

Baca Juga