Alat Berat BB Sitaan BPPLHK, Diduga Digunakan Rambah Ribuan Hektar Kawasan Hutan Gambut Kini Tak Jelas Rimbanya

Wartapembaruan.com, Bengkalis - Satu unit alat berat jenis Exscafator merk Hitachi warna orange Zaxis 110 Mf dengan Nomor HCMATK00000004282 disita Tim Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan ((BPPHLHK) ) Wilayah Sumatra tanggal 9 Maret 2019, karena diduga digunakan sebagai sarana
merambah ribuan hektar kawasan hutan Gambut areal Desa Pematang Duku
Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis Riau, kini keberadaan Barang Bukti
tersebut tak jelas Rimba nya.

Pada dilakukan Penangkapan oleh Tim BPPHLHK Wilayah Sumatra yang
pimpinan Uliman,SH selaku Penyidik Pegawai Negeri Sipil tanggal 9 Maret 2019
barang bukti tersebut di titipkan kepada sdr.Muis Warga Bantan Sari.

Penitipan BB dilakukan bersamaan hari penangkapan, oleh Uliman, SH selaku ketua Tim
yang membuat Berita Acara Penitipan Barang Bukti kepada sdr.Muis, yang
mana dalam kutipan isi petikan berita acara disebutkan “ Pada hari ini Sabtu
tanggal 9 bulan Maret Tahun dua ribu sembilan belas, sekira pukul 17.00 Wib,
saya : ULIMAN,SH Pangkat Penata Muda Tk.I III/b NIP.19681214 1997031003
selaku Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada kantor tersebut diatas yang ditunjuk
dengan surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor :AHU-
71.AH.09.02 tahun 2019 tanggal 13 Juni 2016, berdasarkan Surat Perintah
Tugas Nomor : ST.424/ BPPHLHK /SW.2/Kum/03/2019 tanggal 8 Maret 2019,
melakukan penitipan barang bukti pada RT 02 RW 03 Desa Bantan Sari
Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau dan diterima oleh :
sdr.Muis, Pekerjaan : Karyawan Swasta , alamat Jl.Damai Dusun Tua Tengah
RT 03 RW 05 Desa Bantan Sari Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis
Propinsi Riau, dengan disaksikan oleh : At’am, Pekerjaan : Petani/Pekebun,
alamat :Jl.Terubuk RT/RW 002/005 Desa Bantan Sari, Nama : HENDRI
KUMAR, Pekerjaan : Polhut Kementerian LHK Seksi Wilayah II BPPHLHK
Sumatera, Alamat : Jl.H.R.Soebrantas KM 8,5 Kota Pekanbaru, Nama : NUR
ISLAMI, Pekerjaan : Polhut Kementerian LHK Seksi Wilayah II BPPHLHK
Sumatra, Alamat : Jl.H.R.Soebrantas KM 8,5 Kota Pekanbaru. Adapun barang
bukti yang dititipkan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil di RT 02 RW 05 Desa
Bantan Sari Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau, adalah :
satu unit alat berat Exscafator merk Hitachi warna orange Zaxis 110 Mf dengan
Nomor tertera HCMATK00000004282. Barang bukti tersebut untuk tidak
digunakan dan atau dipindah tangankan kepada pihak lain.

Demikian berita acara penitipan Barang Bukti ini dibuat dengan sebenarnya atas
kekuatan Sumpah Jabatan. Kemudian ditutup dan ditanda tangani oleh
masing-masing petugas,saksi sebagaimana tercantum dibawah ini di BATAM
pada tanggal,bualan,tahun seperti tersebut diatas”.

Anehnya pada tanggal 22 September 2019 sekira jam 12.30 Wib menurut pengakuan sdr.Muis kepada Tim Media ini Uliman,SH bersama Kepala Desa Pematang Duku mendatangi rumahnya meminta sdr.Muis menyerahkan Barang Bukti alat berat yang ia titip kepada Kepala Desa Pematang Duku, ketika itu Muis Coba meminta kepada
Uliman untuk dibuat Berita Acara Pengambilan Titipan Barang Bukti yang
dititipkan kepadanya, namun menurut Muis, Uliman tidak bersedia membuat
berita acara yang ia minta, alasanya berita Acara nanti dibuat oleh Kepala Desa
Pematang duku saja, merasa tidak mampu menepis dalih-dalih yang di berikan
oleh Uliman cs, Muis hanya terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Sekira jam 16.00 Wib exscafator yang merupakan Barang Bukti tersebut, setelah
diperbaiki oleh alias AAN yang mengaku kepada Tim Media ini 22/9 disuruh
Hansan untuk memperbaiki exscafator, setelah exscafator tersebut hidup
digerakan nya kembali dari Desa bantan Sari menju kawasan hutan Desa
Pematang Duku yang sebelumnya tempat terjadi penangkapan oleh Uliman,SH
cs, alasan salah seorang bersama dengan AAN ketika ditanyai Tim Media ini, ia
beralasan bahwa exscafator tersebut akan dititipkan di Kantor Kepala Desa
Pematang Duku.

Aneh bin ajaib ketika pada tanggal 24 September 2019 sekira
jam 15.20 Wib Tim Media ini memantau langsung ke Kantor Kepala Desa
Pematang Duku Kecamatan Bengkalis terhadap keberadaan Ekscafator, namun tidak ditemukan.

Ketika coba ingin mengkonfirmasi kepala Desa Pematang Duku, namun yang bersangkuta n tidak berada ditempat. Menurut Sekretaris Desa Pematang Duku (Zul) ketika ditanyai Tim Media ini tentang keberadaan Escafator yang disebut-sebut ditip dikantor Desa Pematang Duku, ia mengaku tidak mengetahuinya dan juga sama sekali tidak melihat keberadaan Exscafator dikantor Desa.

Saat menuju pulang ke Bengkalis tepat nya di Desa Damai Kecamatan
Bengkalis secara tidak sengaja Tim Media ini bertemu dengan Kepala Desa
Pematang Duku (Badrun) 24/9, ketika ditanyai dimana keberadaan exscafator
yang merupakan barang bukti dalam perkara dugaan pelanggaran yang
sebagaimana tertuang dalam Surat Tanda Terima dikeluarkan oleh Tim
BPPHLHK Wilayah Sumatra yaitu “ Membawa alat-alat berat dan/atau alat-alat
lainya yang lazim atau patut diduga akan digunakan untuk melakukan kegitan
perkebunan dan/atau mengangkut hasil kebun didalam kawasan hutan tanpa
izin Menteri dan/atau melakukan kegiatan perkebunan tanpa izin Menteri
didalam Kawasan hutan” sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92 ayat (1) hurufa
dan/atau huruf b jo Pasal 17 ayat (2) huruf a dan/atau huruf b UU No 18 Tahun
2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan yang terjadi di
Kawasan Hutan Produsi areal Desa Pematang duku, menurut Badrun Bahwa
alat Exscafator tersebut telah ia dititipkanya kepada pemilik exscafator
sebenarnya yaitu sdr.Hermanto di areal Perkebunan Hermanto sekitar Desa
Penebal.

Lebih lanjut Badrun beralasan bahwa pada saat exscafator ditangkap oleh Tim
Gakum, yang menyewanya alat berat tersebut adalah dirinya atas nama
Pemerintah Desa Pematang Duku kepada Hermato, untuk kepentingan
Pembuatan Embung antisipasi Karhutla, namun saat penangkapan terjadi
menurut Badrun alat berat tersebut sedang istirehat dan tidak ada oprator nya.
saat ditanya siapa nama Oprator alat berat yang ia sewa, aneh bin ajaib Badrun
tidak mengenal dan tidak mengetahui namanya.

Dari sejumlah sumber masyarakat yang berhasil dihimpun Media ini
menyebutkan, bahwa Exscafator yang di sita oleh Tim BPPHLHK Sumatera,
diduga sebenrnya hampir tiga tahun berada dalam Kawasan Hutan Gambut
Desa Pematang Duku Kecamatan Bengkalis melakukan kegiatan merambah
kawasan hutan membuka lahan perkebunan Sawit diduga milik nya sang
pemilik Exscafator.

Bahkan kebun sawit yang sudah jadi sekitar 800 Hektar, sisanya yang belum jadi kurang lebih 400 Hektar. Dari kebun sawait yang sudah jadi dengan cara merambah kawasan hutan Gambut secara ilegal tersebut lebih lanjut menurut sumber yang enggan namanya dipublikasi , diduga milik inisial HRMT sebanyak 400 hektar, inisail HSN sebanyak 400 hektar, selain itu 400 hektar lagi yang masih dalam kosong juga diduga atas nama kedua orang tersebut.

Modus digunakan oleh kedua orang bersangkutan dalam menguasai dan
menggarap lahan yang didindikasi masuk dalam kawasan hutan areal konsesi
PT.RSL, yaitu dengan cara menggunakan taming masyarakat sebagai modus
dengan membayar lahan-lahan tersebut senilai tujuh juta per hektar . lantas
kemudian diduga salah seorang oknum dari mantan Kepala Desa Pematang
membuat surat tahan berlaku surut yang seakan-akan keluarnya tahun 1997
pada hal surat tanah baru dibuat sekitar tahun 2013. Ujar sumber.

Menyangkut dengan pemberitaan Media ini sebelumnya terkait kejanggalan
dalam proses penangan kasus yang ditangani oleh Tim BPPHLHK Sumatera
tanggal 9 Maret 2019 tersebut, Eduward Hutapea Kepala BPPHLHK Sumatera
ketika di minta tanggapanya 24/5/2019 melalui WA, melalui jawabanya jam
13.23 Wib “ saya cek dulu ya, Pemindahan BB nggak masalah kalau dalam
rangka pengamanan , yang penting kasusnya tidak berhenti kecuali ada hal
yang tidak terpenuhi menurut aturan (KUHP” kemudian jawaban nya lagi
menjawab pertanyaan Tim Media ini lewat WA sekira jam 16.24 Wib 24/9

Eduward mengatakan “ oke, saya baru nyampe di Pekanbaru, besok saya teliti
dulu” kilahnya. Namun sampai berita ini dipublikasi Tim Media ini belum
mendapat jawaban lebih lanjut dari yang bersangkutan. (Isnadi/Tim)

Penulis:

Baca Juga