ACBS 2019 Sepakati Joint Statement Kembangkan Industri Konten Asia

Jakarta, WPcom - Asia Content Business Summit (ACBS) 2019 menghasilkan Joint Statement yang akan dijadikan landasan pengembangan industri konten Asia. Kerja sama akan dilakukan mulai dari pra-produksi, produksi, pasca-produksi, distribusi, dan promosi konten di kawasan.

Asia Content Business Summit (ACBS) 2019 mempertemukan antara pembuat kebijakan, aktor kreatif, sektor swasta, komunitas, akademisi, dan media untuk berbagi informasi tentang perkembangan terbaru dalam lingkup global dan regional, khususnya untuk industri konten serta membahas strategi untuk mendorong kesepakatan industri dan juga tantangan yang dihadapai, melalui kolaborasi untuk keuntungan bersama.

Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah Endah Wahyu Sulistianti mengatakan acara ini sangat bermanfaat untuk pengembangan industri konten Indonesia. Dengan adanya peningkatan kolaborasi antar para pemangku kepentingan dalam industri konten, maka ekosistem ekonomi kreatif akan meningkat. Kami dengan antusias menyambut inisiatif untuk memperkuat pekerjaan kami melalui berbagai bentuk implementasi.

“Pertemuan ini menghasilkan sebuah pernyataan bersama, yang menyatakan bahwa masing-masing anggota sepakat untuk menghubungkan pemerintah, lembaga pendidikan dan sektor swasta untuk memperluas platform ACBS dan terus meningkatkan pelatihan, produksi, distribusi, pembiayaan, pemasaran, dan promosi secara bersama satu sama lain dengan tujuan pengembangan lebih lanjut industri konten Asia,” ungkap Endah saat konferensi pers penutupan ACBS 2019 dan AKATARA 2019 di Golden Ballroom 2 The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, Sabtu (21/9/2019).

Lebih lanjut Endah menjelaskan anggota yang berpartisipasi akan bergabung untuk membantu menciptakan konten menggunakan metode berkelanjutan, hijau, beragam budaya dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru untuk semua tahap pembuatan konten termasuk pra-produksi, produksi, pasca-produksi, distribusi dan promosi.

Dalam penutupan ACBS 2019, diserahkan pula penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada film makers yang karyanya ikut berpartisipasi dalam ACBS Film Festival 2019 yang digelar di fX Sudirman pada Kamis-Sabtu (19-21/9/2019).

Sementara itu, AKATARA 2019 yang dilaksanakan selama tiga hari mengumumkan hasil dukungan kepada berbagai proyek terpilih pada Sabtu ini (21/9/2019). Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI) berhasil menggandeng lebih banyak calon investor untuk dijodohkan dengan 61 proyek terfasilitasi dari 122 orang. Setidaknya 40 sumber pendanaan juga hadir selama pitching forum dan speed dating sejak 19 September 2019. Sebanyak 20 proyek film mendapatkan kesempatan emas melakukan presentasi dihadapan calon investor nasional dan internasional di panggung utama.

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengungkapkan harapannya terhadap Akatara bagi tumbuh kembangnya industri perfilman Tanah Air. "Bekraf dan BPI tidak bisa bekerja sendiri dalam memperkuat ekosistem perfilman nasional. Dalam menciptakan akses permodalan dan mendorong film preneurship yang lebih kuat, diperlukan lebih banyak lagi dukungan dari korporasi, BUMN, lembaga donor dan lembaga pembiayaan lainnya di masa depan demi iklim investasi perfilman yang semakin kondusif," ungkapnya.

Kepala Bidang Pembiayaan BPI Agung Sentausa, mengharapkan bentuk dukungan nyata yang diberikan calon investor dapat dimanfaatkan oleh peserta Akatara 2019. “Beragam investasi yang terjadi, tidak hanya berdampak dari segi ekonomi namun juga mendorong penguatan iklim perfilman nasional untuk jangka panjang," kata Agung.
Beberapa kategori dukungan yang diumumkan antara lain dari Komisi Film Daerah, Pusat Pengembangan Perfilman, Inafed, ADM Teknologi, Super 8mm, Cinevisi, G16 dan Viu.

Berikut adalah komitmen dukungan yang sudah berhasil dikumpulkan sampai dengan penutupan Akatara 2019:
Dukungan dari Pusat Pengembangan Perfilman
- Film Dokumenter Pendek Senandung Senyap mendapatkan pendukungan dana sebesar Rp 30.000.000 dipotong pajak

Dukungan dari Yayasan Super 8 mm

Memberikan komitmen pendukungan paska produksi kepada Film
- Waliala
- You and I

Dukungan dari Indonesian Film Editors atau INAFED
- Banteng Batavia
- Santri Fahri

Dukungan dari Cinevisi (memberikan Komitmen post produksi berupa offline dan online editing serta colour grading kepada film)
- Hari Ketujuh

Dukungan dari G16
- Film Roda-Roda Nada

Dukungan dari Komisi Film Daerah
a. Komisi Film Siak:
• Mengunyah Sejarah
• Besok Lulus
• Festival Film Madani

b. Komisi Film Bandung
• Chendol dan Dhawet
• Mengunyah Sejarah
• Besok Lulus
• The Journey

c. Komisi Film Bojonegoro
• Hari Ketujuh
• Saat-saat Yang Sepele
• Pulang
• Pohon Permohonan
• Chendol dan Dhawet
• Mengunyah Sejarah

d. Komisi Film Banyuwangi
• Chendol dan Dhawet
• Mengunyah Sejarah

Dukungan dari ADM TEKNOLOGI berupa diskon kepada seluruh peserta Akatara 2019

Dukungan dari Viu
- Pendukungan untuk proyek AKATARA 2019 Festival Film Aruh Kalimantan yang akan diadakan pada 8-10 November 2019 di Banjarbaru, Banjarmasin

Dukungan dari Goodworks
- Pendukungan untuk MADANI Film Festival

From Book to Screen (inisiatif KBN - APROFI – BPI)
Ada 9 minat yang telah dicatat:

1. Shivers: 1 minat
2. Buku Panduan Matematika Terapan: 1 minat
3. Misteri Patung Garam: 1 minat
4. Kambing dan Hujan: 3 minat
5. Kami Bukan Sarjana Kertas: 1 minat
6. Enjah: 2 minat

Dukungan dari Tuta Lab
Teguh Triguna - Patung ogoh2
Adin Hadiwidjojo - kucing hitam
Suryo Wiyogo - mitos wewe gombel

Tentang Bekraf

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf.

Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.(red)

Penulis:

Baca Juga