360 Desa di Cianjur Serentak Deklarasikan Bersih Narkoba

Wartapembaruan.com, Jakarta – Tidak kurang dari 360 Kepala Desa di Kabupaten Cianjur mendeklarasikan desa dan kelurahan sebagai kawasan yang bersinar (bersih narkoba). Hal ini merupakan bentuk nyata dari partisipasi masyarakat untuk bersama-sama melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Dalam kesempatan ini, Kepala BNN RI, Heru Winarko mengingatkan kepada seribu peserta yang hadir agar melakukan upaya yang nyata dalam memerangi narkoba.

“Deklarasi adalah simbol, tapi yang terpenting adalah masyarakat melaksanakan langkah nyata dalam penanggulangan narkoba,” ungkap jenderal bintang tiga yang piawai bermusik ini, saat memberikan sambutan dalam kegiatan deklarasi desa bersinar di Gedung Assakinah, Cianjur, Selasa (13/8)

Menurut Kepala BNN, langkah pertama yang harus diaktualisasikan adalah pencegahan dini dimulai dari keluarga. Ia mendorong semua orang tua agar mengenali anak-anaknya dengan baik. Ketika terjadi perubahan yang drastis pada anak-anaknya, maka para orang tua bisa melakukan antisipasi.

Atensi pada anak-anak, terutama generasi muda, harus dilakukan dengan sangat serius mengingat, penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda cukup tinggi. Kepala BNN menyebutkan, angkanya mencapai 5%, atau dari 100 anak muda, ada 5 orang yang menyalahgunakan narkoba.

Baca Juga:  Mahasiswa Hukum UBK Lakukan Penelitian di PPWI

Selain itu, HW juga mengingatkan bahwa ancaman narkoba saat ini bukan hanya terbatas pada sabu, ganja dan ekstasi semata, namun ada begitu banyak jenis narkoba lainnya termasuk New Psychoactive Substances (NPS) yang beredar.

Bahkan jenis narkoba seperti PCC dijual dengan harga yang murah sehinga terjangkau oleh pelajar. Oleh karena itulah, ia berpesan kepada para relawan ini agar nantinya bisa serius melindungi daerahnya dari ancaman tersebut.

“Jika di lingkungan Anda ditemukan ada pengedar, tangkap tangan saja, lalu serahkan ke aparat berwenang,” imbau HW kepada seluruh peserta yang hadir disambut applaus yang meriah.

Melalui kegiatan deklarasi ini, Kepala BNN berharap agar angka penyalahgunaan dan peredaran narkoba khususnya di Cianjur menurun.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman memberikan apresiasi pada BNN dan Kementerian Desa PDTT yang terus berupaya keras mengembangkan program desa bersinar.

Baca Juga:  Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi SIK, Pimpin Langsung Upacara HUT Bhayangkara ke-73

Menurutnya, penanggulangan narkoba di wilayahnya harus serius, terstruktur, sistematis dan masif, karena angka penyalahgunaan narkoba di Cianjur cukup mengkhawatirkan. Ia menyebutkan ada tujuh ratusan orang terlibat penyalahgunaan narkoba di tahun 2018, berdasarkan data BNNK Cianjur dan Polres Cianjur.

Terkait program desa bersinar di Cianjur, Herman menyatakan pihaknya sudah melakukan persiapan matang mulai dari perencanaan, regulasi, sosialisasi strategi, rapat lintas sektor, penyusunan anggaran, pelatihan relawan sebagai penyuluh, dan juknis dalam bentuk buku saku. Di Cianjur ini, sudah ditetapkan 8 desa yang dijadikan pilot project desa bersinar. Agar hasilnya maksimal, ia sudah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk turun langsung melakukan pendampingan dalam program ini agar ada percepatan di lapangan.

Selain deklarasi desa bersinar, BNN RI juga meluncurkan aplikasi bernama SIPAREL atau sistem pelaporan relawan. Melalui aplikasi ini, nantinya aktivitas relawan di seluruh Indonesia dapat termonitor.