12 Orang Meninggal akibat Penyakit Terkait Vape di AS

Washington DC, WPcom -Sebanyak 12 orang di Amerika Serikat (AS) dilaporkan meninggal akibat penyakit yang berkaitan dengan rokok elektrik, atau vape. Kabar itu disampaikan Pusat Penanganan dan Pencegahan Penyakit (CDC), yang juga melaporkan 805 kasus soal penyakit paru-paru dari pemakaian rokok elektrik itu. Dalam pernyataannya seperti diberitakan AFP Jumat (27/9), CDC masih belum tahu kandungan apa dalam vape itu yang menyebabkan korban meninggal.
Namun, sebagian besar pasien mengaku mereka mengonsumsi rokok elektrik yang mengandung THC, bahan psikoaktif penting dalam ganja. "Banyak pasien mengonsumsi yang mengandung THC dan nikotin. Ada juga yang mengaku mengisap rokok elektrik yang berbahan hanya nikotin," ulas CDC.
Diberitakan USA Today, badan kesehatan AS itu mengumumkan terdapat 530 kasus dengan tujuh korban meninggal pada 17 September lalu. Ledakan kasus-kasus penyakit paru-paru yang diderita terjadi dengan dugaan, mereka membeli isi dari vape itu di pasar gelap. CDC menyatakan bahwa ke-12 korban meninggal berasal dari 10 negara bagian AS. Antara lain terjadi California hingga Florida.
Kemudian 805 kasus yang dilaporkan sejauh ini berasal dari 46 negara bagian, serta satu lagi di Kepulauan Virgin yang merupakan teritori AS. Penyakit karena vape kebanyakan diderita oleh pria, dengan dua pertiga korban berusia 18-34 tahun. Kemudian 16 persen berumur di bawah 18 tahun.
Para pelaku industri tembakau berusaha menghentikan larangan pemerintah yang mereka sebut mengancam masa depan usaha mereka. Dalam tiga pekan terakhir, India dan Negara Bagian Massachusetts melarang peredaran vape. Adapun kota seperti New York melarang penjualan cairan rasa. Rencananya, pemerintahan Presiden Donald Trump berencana untuk melarang seluruh produk tembakau dengan rasa pada Oktober mendatang. (USA Today)
Penulis:

Baca Juga