100 Hari Kerja IWAN-ALIMIN

foto : Abd. Rasyid (Pemuda Pinrang)

Pinrang, wartapembaruan.com – Tidak terasa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pinrang periode 2019-2024 telah sampai seratus hari kerja mereka dilantik tepat pada tanggal 24 april 2019. Pasangan H. Andi Irwan Hamid, S.Sos – Drs. H Alimin, M.Si dilantik oleh Gubernur Sulsel pada saat itu sehingga secara otomatis kepemimpinan di kabupaten pinrang diemban secara resmi oleh pasangan yang bertagline “Bersama Lebih Baik” ini.

Kegembiraan dan kebahagian nampak jelas kepada keduanya, kepada keluarga, tim sukses, milatansi, pendukung dan masyarakat pinrang secara umum disaat penyerahan tongkat estafet kepemimpinan dari bupati sebelumnya Dr. H. A. Aslam Patonangi, M.Si kepada H. Andi Irwan Hamid, S.Sos yang tak lain adalah iparnya sendiri.

Namun dibalik kehikmatan dan euforia itu sadar atau tidak keduanya telah mulai memikul beban yang begitu berat untuk dipertanggungjawabkan yakni mensejahterakan rakyat pinrang sesuai janjinya pada saat kampanye lalu, inilah tanggungjawab yang harus mereka realisasikan lewat visi-misinya yang dijabarkan dalam program kerja.

Dalam pemerintahan ada kebiasaan pemimpin yang baru bertugas mencanamkan program 100 hari kerja, tradisi itu bukan hanya di Pinrang tapi disemua daerah bahkan seorang Presiden pun membuat targetan 100 hari kerja, istilah ini sering kali menjadi acuan pada setiap pemimpin baru untuk mengukur sejauh mana kemampuan mereka menjadi nahkoda dan beradaptasi dengan lingkungan masyarakat setempat lewat gebrakan-gebrakan yang tentunya memiliki indikator dan capaian tertentu. Program ini sering jg disebut evaluasi triwulan pertama dimana selama 100 hari itu aktifitas bupati dan wakil bupati banyak diisi dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya rekonsiliasi mengingat situasi masyarakat yang cenderung terkotak-kotak pasca suksesi, mempermantap starting diawal pemerintahan dan menyusun RPJMD sebagai platform perencanaan kegiatan program selama lima tahun kedepan.

Harus disadari bahwa setiap pemimpin masing-masing memiliki cara tersendiri dalam menjalankan roda pemerintahan sebagaimana bupati sebelumnya yang dikedanal kemampuannya secara manajerial khusunya dalam hal administrasi dan penataan birokrasi berhasil memberi perubahan cukup signifikan di bumi lasinrang sehibgga mampu bersaing dengan seluruh kabupaten sesulawesi selatan bahkan se-indonesia, ratusan pengharaan yang telah diberikan kepada kabupaten pinrang selama dua periode berturut-turut di bawah kendalinya, keberhasilan ini tentunya harus dipertahankan oleh bupati selanjutnya.

Andi Irwan yang berlatar belakang politisi pastinya memiliki konsep tersendiri dalam menciptakan atmosfer kepemimpinan yang ideal, kedua tokoh tersebut dikenal memiliki latar belakan yang cukup berbeda, bupati sebelumnya Andi Aslam Patonangi berlatar belakang birokrat dan Andi Iwan berlatar belakang politisi, dua sisi yang berbeda bukan berarti tidak sejalan apa yang telah dirintis bupati sebelumnya akan tetap dilanjutkan oleh bupati sekarang, pada seratus hari kerja ini masyarakat umum sudah mulai berspekulasi dan mencoba memberi tanggapan beragam secara subjektif kepada bupati dan wakil bupati baru perihal cara dan karakter kepemimpinan yang telah dilihat selama kurang lebih tiga bulan terakhir. mengingat adanya perbedaan secara subtansi model atau gaya kepemimpinan kedua tokoh tersebut (Andi Aslam dan Andi Iwan) yang didasari oleh latar belakang yang berbeda pula namun tidak tepat juga membanding-bandingkan kemampuannya karna kita yakin semuanya adalah orang yang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dan sama-sama memiliki modal jaringan yang luas.

Baca Juga:  Takdir Bisa Dirubah

Kalau kita membuka jejak digital bupati dan wakil bupati pinrang pada tiga bulan terakhir ini, kita akan melihat bagaimana ciri khas bupati Andi Iwan dalam memimpin pinrang, salah satunya adalah intens turun bertatap muka dengan masyarakat langsung yang biasa dikemas dalam bentuk kegiatan seperti kerap menghadiri Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus bersama petani, bersepeda santai sambil menyapa warga dan sesekali naik motor trael ketika ke desa-desa khusnya ke wilayah pegunungan untuk memantau kondisi masyarakat dan infrastruktur, gaya ini cukup memperlihatkan kesederhanaan bapak bupati kepada masyarakat serta sarat akan makna yang dalam, beliau sepertinya ingin menyampaikan bahwa pemimpin atau bupati tidak boleh gengsi apa lagi mebuat jarak kepada masyarakat, sementara wakil bupati terlihat fokus di kantor mengontrol birokrasi yang memang dikenal sebagai birokrat tulen sebelum duduk sebagai wakil bupati, konsep pembagian kerja yang sangat akomodatif mencerminkan kedua pasangan ini memang sangat ideal dan kompak, semoga saja pecah kongsi tidak terjadi kepada pasangan ini seperti di beberapa daerah.

Kesederhanaan dan kewibawaan seorang bupati tentu sangat diharapkan oleh semua pihak baik pejabat maupun masyarakat umum, hal ini yang coba diterapkan bapak bupati pinrang dan wakilnya, selain itu bagaimana tetap membangun sinergitas dengan lembaga-lembaga pemerintahan lainnya seperti polres, dandim dan kejaksaan terlihat dibeberapa kegitannya selalu melibatkan unsur tersebut. Selain dari konsep leadership dan relationshipnya yang matang gaya komunilasi yang santai dan sederhana juga menjadikan bupati Andi Iwan tidak terlihat eksklusif sehingga disenangi oleh banyak pihak.

Baca Juga:  Diskualifikasi Jokowi, Pemilu Ulang dan Buah Semangka Berdaun Sirih?

Namun kita tidak boleh juga terlena dengan tampilan yang sering dipertontongkan oleh bupati dan wakil bupati selama ini dengan kesederhanaan dan gaya blusakanny karna tugas dan tanggungjawabnya masih sangat panjang ini baru ekstra, daftar panjang janji-janji kampanye yang harus mereka tepati cukup banya seperti menyelesaikan masalah infrastruktur jalan pemukiman dan pedesaan, jalan tani dan irigasi pertanian dalam jangka dua tahun kedepan adalah janji program yang sangat luar biasa, tidak bisa dibayangkan bagaimana perkembangan masyarakat pinrang khusunya masyarakat pedesaan dua tahun kedepan jika janji ini terealisasi dengan baik, namun juga akan bisa menjadi fatal jika tidak mampu direalisasikan.

Program unggulan lainnya seperti pengadaan rumah produktif yang diperuntukkan disetiap kecamatan, bantuan modal Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), masalah beasiswa pendidikan bagi mahasiswa miskin dan berprestasi, mengentaskan kemiskinan serta menciptakan lapangan kerja dan masih banyak janji-janji lain yang mungkin saja jadi bumerang dan masalah besar dalam kepemimpinannya ketika tidak mempu direalisasikan dan dikonsolidasikan dengan baik. Maka dengan hal tersebut kita tidak bisa begitu cepat mengambil satu kesimpulan penilain terhadap mereka karna ini baru lermulaan.

Begitu banyak masalah yang saat ini masih melilit masyarakat pinrang seperti masalah pelayanan, infrastruktur jalan, listrik, pendidikan, kesehatan dan masalah kemiskinan dan lapangan kerja semua ini harus segera diselesaikan dengan tindakan yang tepat tidak cukup hanya dengan kesederhanaan, blusukan dan tatap muka tanpa analisa kongkrit dan political will.

Daftr masalah tersebut diatas akan menjadi tantangan serius kepada pasangan bupati dan wakil bupati saat ini karena jika masalah-masalah tersebut dapat diatasi dengan baik makan akan mempermulus agenda politik bupati 2024, namum sebaliknya jika masalah tersebut tidak mampu ditangani dengan baik pula tentunya akan menjadi batu sandungan dalam perjalanan politiknya di periode selanjutnya, masyarakat akan menilainya dengan kurang baik bahkan bisa saja mencapnya sebagai pemberi harapan palsu dan menjadi issu gorengan (black campaign) bagi politisi yang punya niatan dalam berkompetisi 2024 mendatang.

Semoga di tangan Bupati dan wakil bupati hari ini bisa membawa Kabupaten Pinrang lebih baik lagi dari sebelumnya, amin.

Oleh : Abd. Rasyid (Pemuda Pinrang)